Budaya, Aksara
Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Bisakah modernisasi bertemu tradisi? Bisa! Pertemuan itu dalam wujud kolaborasi yang saling menguntungkan (mutual collaboration). Wujudnya adalah ajang lomba menulis aksara Jawa di kota Surabaya. Aksara Jawa adalah tradisi. Surabaya adalah kota modern.
Lomba menulis aksara Jawa ini adalah upaya bahwa Surabaya tidak lupa akarnya. Tapi justru sebagian warganya bagai “kacang yang lupa lanjaran”. Surabaya harus terus dibimbing (dibawa) ke arah yang berkemajuan tanpa harus meninggalkan akarnya.
Kegiatan seperti Lomba Menulis Aksara Jawa 2026 di Surabaya ini adalah langkah nyata agar warga kota tidak melupakan identitas dan akar budaya lokalnya.

Lomba ini membantu generasi muda merasa dekat kembali dengan warisan leluhur di tengah arus modernisasi. Kota yang maju harus tetap berpijak pada nilai budaya asalnya agar karakternya tidak luntur. Acara budaya semacam ini memberi ruang bagi pelajar dan masyarakat untuk belajar langsung tanpa rasa takut.
Apalagi ada kebersamaan mulai dari peserta hingga pendukung acara. Semua dalam wadah belajar bersama. Dari Surabaya belajar bersama untuk Nusantara. (PAR/nng)

