Bhagaskara Trowulan Dukung Lomba Menulis Aksara Jawa.

Budaya, Aksara

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Kampung Majapahit ikut cancut taliwoanda dalam Lomba Menulis Aksara Jawa dalam bulan Bahasa dan sastra di bulan Oktober 2026. Adalah Sanggar Bhagaskara di Desa Bejijong, Trowulan, yang turut menyiapkan satu set trofi dengan bentuk candi Bajang Ratu untuk juara I, II dan III.

Sanggar Bhagaskara Trowulan. Foto: courtesy of bhagaskara.

Candi Bajang Ratu adalah salah satu bangunan Majapahit. Candi ini dipersembahkan untuk menghormati dan memperingati wafatnya Raja Jayanegara, raja kedua Kerajaan Majapahit yang berkuasa pada tahun 1309–1328 M.

Candi Baja Ratu menjadi i spirasi tropi juara. Foto: ist

Berdasarkan sumber sejarah seperti Kitab Negarakertagama dan Pararaton, bangunan berbentuk gapura paduraksa ini berfungsi sebagai pintu gerbang ke bangunan suci (pedharmaan) untuk mengenang arwah Raja Jayanegara yang wafat pada tahun 1250 Saka (sekitar 1328 M). Nama “Bajang Ratu” sendiri konon dikaitkan dengan masa kecil Jayanegara (bajang berarti kecil atau kerdil) saat naik takhta.

Itulah sepenggal sejarah dari kisah Majapahit yang menjadi bagian dari kegiatan Lomba ini. Lomba ini memang tidak lepas dari Kemajapahitan karena Sumpah Pemuda pada 1928 ada kaitannya juga dengan Sumpah Palapa pada 1336. Dalam lomba ini akan diikrarkan Sumpah Budaya dan akan disaksikan oleh sejumlah tamu asing sebagai undangan.

Apalagi tempat penyelenggaraan Lomba di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang memiliki nilai Kewijayakusumaan, yang terkait dengan nilai Raden Wijaya sebagai Raja Pertama Kerajaan Majapahit.

Peran serta Sanggar Bagaskara melengkapi keutuhan niat penyelenggaraan lomba yang memiliki latar belakang peradaban kuno Nusantara. Aksara Jawa adalah bentuk pemajuan dari Aksara Jawa Kuna (Kawi) yang menjadi literasi umum di zaman Majapahit.

Sanggar Bhagaskara adalah sebuah sanggar seni budaya dan pariwisata yang terletak di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Supriadi pengelola Sanggar Bhagaskara dengan sejumlah karyanya, termasuk arca logam Gajah Mada. Foto: ist

Sanggar ini juga mengembangkan industri kreatif, seperti pembuatan kerajinan logam, membina kelompok pengrajin batik yang memproduksi dan mengembangkan motif khas batik Majapahit.

Bhagaskara juga berperan aktif sebagai pelopor gerakan pelestarian budaya dan sejarah Nusantara, khususnya peninggalan Kerajaan Majapahit. Maka sudah sepatutnya Bhagaskara turut mendukung lomba Menulis Aksara Jawa ini. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *