Budaya, Aksara
Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Tidak sekedar “Lomba Menulis Aksara Jawa” se Jawa Timur. Tapi menjadi satu bentuk kebersamaan dalam menjunjung tinggi nilai budaya daerah, yang diisi dengan “Sumpah Budaya” dan “Sarasehan Budaya”.
Dalam memperingati Bulan Bahasa dan Sastra yang tidak terlepas dari Hari Sumpah Pemuda 2026 itu, sesungguhnya tidak terlepas dari nilai sejarah dan budaya yang telah ada sebelumnya. Yaitu Sumpah Palapa (1336) yang esensi isinya adalah tekad dan sumpah pengorbanan Mahapatih Gajah Mada untuk tidak menikmati kesenangan atau kenikmatan duniawi (tan amukti palapa) sebelum berhasil mempersatukan Nusantara di bawah panji Kerajaan Majapahit.

Sementara esensi isi Sumpah Pemuda (1928) adalah tekad kuat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia di tengah segala perbedaan suku, agama, dan daerah.
Sedangkan esensi isi Sumpah Budaya (2026) adalah tekad kuat untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman (multikulturalisme) serta mengukuhkan identitas nasional tanpa menghapus akar kedaerahan.
Salah satu akar kedaerahan itu ada pada aksara daerah. Salah satu cara menjaga warisan budaya Aksara Daerah (Jawa) adalah melalui Lomba Menulis Aksara Jawa, yang dalam hal ini menjadi warna dalam peringatan Bulan Bahasa dan Sastra serta Sumpah Pemuda 2026 di Jawa Timur.
Pada momen itu (Lomba Menulis Aksara Jawa), juga akan ada agenda Sumpah Budaya dan Sarasehan Budaya dalam satu rangkaian.
Yaitu: Sumpah Budaya, Lomba Menulis Aksara Jawa dan Sarasehan Budaya. Momen ini terbuka se Jawa Timur untuk siswa SMA/SMK, Mahasiswa dan Pegiat Budaya.
Dukungan pun terbuka se Nusantara, contohnya yang sudah terlibat adalah mulai dari Surabaya, Yogyakarta hingga Jakarta.
Bagi yang ingin mengikuti lomba menulis AKSARA Jawa bisa mendaftarkan diri secara online melalui link berikut ini:
https://docs.google.com/forms/d/1VYYONM3UyCGXm9o9QUR9dY-hW48BE7RvtxGYkkcdVXk/edit
atau melalui barcode sbb:

Junjung nilai persatuan dan persatuan serta kebudayaan Nusantara. (PAR/nng).
