Bayang Bayang Ketawang

Budaya

Rajapatni.com: SURABAYA – Aksara adalah huruf. Dia menyimpan dan bisa berbagi pesan. Dia berbisik dan berbicara dalam untaian kata. Dia sering menyeruak dalam gelap ketika kebanyakan sedang terlelap. Dia membangunkan dan menghasilkan. Tapi dia sunyi namun berarti. Dia menghadapi yang bukan di zamannya. Dia berbalut tradisi di era modernisasi. Bentuknya anggun tidak kaku, kaya lekuk dalam tampilan: lembut dan anggun. Dia berbeda dari kebanyakan. Namun tetap melangkah dengan kebanggaan. Dia adalah jatidiri yang harus lestari.

Bayangan Nyata. Foto: ist

Jika dibedah dan diapresiasi lebih dalam maka didapat pesan sebagai:

Penyimpan Memori & Pesan: Aksara adalah jembatan waktu yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini untuk masa depan.

Sunyi Namun Bermakna: Meskipun berbentuk visual dan diam, aksara “berbicara” keras melalui makna yang terkandung di dalamnya.

Melawan Arus Zaman: Ia bertahan di tengah modernisasi, membawa identitas tradisi yang anggun dan luwes (kaya lekuk).

Jatidiri yang Lestari: Ia adalah warisan budaya yang wajib dijaga agar tidak hilang ditelan zaman.

Dia adalah pengingat yang indah untuk mencintai dan melestarikan budaya literasi tradisional. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *