Fiksi
Rajaoatnni.com: SURABAYA – Bagaimana rasanya berada di bulan? Ternyata, bukan saja astronot yang bisa di sana. Saya pun ternyata bisa. Kupandang bumi dari bulan. Ternyata moda transportasi ku kesana lewat supersonik mimpi.
Ini pengalamanku yang paling menakjubkan. Meskipun hanya lewat “supersonik mimpi”, rasanya sangat nyata dan mendalam. Di “bulan” dalam mimpi itu, aku tidak sendiri. Aku bersama seorang Dewi putri penghuni kahyangan, cantik dan natural berambut ikal.
Di bulan tidak ada atmosfer, jadi mimpi itu terasa sangat sunyi. Tidak ada suara angin atau bising, hanya detak jantungnya dan jantungku sendiri yang terasa keras dan terdengar degubnya.

Di bulan itu, kulihat Bumi, permata biru yang bercahaya, menggantung di langit hitam pekat. Rasanya menakjubkan sekaligus membuat sadar betapa kecil dan rapuhnya rumahku di sana.
Jam malam ini pas pukul 02.30, ku ingat dalam mimpi itu bahwa aku mengabadikan momen permata biru sebagai latar belakang photography momen indah bersama Sang Dewi yang lembut hati. Di atas bulan yang luas itu, semua seolah menjadi milik berdua.
Hanya kesunyian yang ada disana yang teriring dengan lembut nafasnya dalam ruang hampa. Saat melangkah, rasanya ringan, melayang, dan lambat, seolah-olah kami menari dalam gerak lambat seperti tari serimpi. yang melambangkan keanggunan, kelembutan, dan budi pekerti luhur wanita Jawa di keraton kahyangan.
Berdua dengannya di bulan, ada rasa kagum yang luar biasa, sekaligus keheningan yang dalam. Disana bisa merasa betapa kecilnya masalah hidup di Bumi dibandingkan dengan luasnya alam semesta.
Banyak tafsir bercerita bahwa berada atau mendarat di Bulan dalam mimpi melambangkan bahwa apa yang usahakan atau didoakan di bumi bisa segera terwujud nyata.
Dalam keheningan di sana itu, hawa berbisik lembut bahwa mimpi supersonik membawa ke arah perubahan di mana waktu seolah berhenti dan perspektif berubah total. Maka hembusan udara hampa itu berkata “nikmati perjalanan mimpimu bersamanya sebagai salah satu cara jiwamu menjelajahi batas keterbatasan yang tak terbatas”. (PAR)nng)
