Membaca Grafik

Budaya, Aksara

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Membaca grafik peserta lomba menulis aksara Jawa,yang telah terdaftar, cukup menyenangkan. Hingga hari Minggu sore (20/9/26) jumlah peserta terdaftar masih didominasi oleh siswa SMA/SMK. Padahal lomba ini terbuka untuk kalangan pegiat budaya se Jawa Timur.

Untuk sementara dominasi memang masih oleh kalangan siswa. Lomba menulisnya tidak perlu banyak mikir karena sifatnya praktis, hanya menyalin teks beraksara Jawa.

Lebih praktis lagi adalah bahwa lomba ini esensinya adalah bersifat temu pegiat budaya yang terdiri dari lapisan siswa SMA/SMk, Mahasiswa, Guru, Umum dan Pegiat Budaya. Tujuannya adalah bersama menjunjung budaya bangsa dalam rangka peringatan Sumpah Pemuda 2026.

Dalam kesempatan ini budaya diyakini dapat menyatukan. Penyatuan ini menjadi deklarasi bersama dalam Sumpah Budaya (2026) sebagai estafet Sumpah Palapa (1336) dan Sumpah Pemuda (1928).

Grafik google form.

Jawa Timur bisa. Kenapa tidak? Target peserta dalam lomba ini adalah 200 peserta dari latar belakang yang beragam: SMA/SMK, Mahasiswa, Guru, Umum dan Pegiat Budaya.

Grafik menurut jenis kelamin.

Untuk sementara hingga petang ini (20/9/26), jumlah peserta masih didominasi oleh kelompok SMA/SMK dengan 75%, kemudian Kelompok Pegiat Budaya 17%, Umum 6% dan mahasiswa 2%.

Grafik menurut sumber informasi

Kebanyakan peserta didominasi dari jenis kelamin perempuan dengan 71,8%. Laki laki 28,2 %, yang kebanyakan mendapatkan informasi dari guru 63,5%, Facebook 19,2%, dan Komunitas 15,4%. (PAR/nng).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *