Budaya, Aksara
Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Pelaksanaan Lomba Menulis Aksara Jawa pada Oktober mendatang menjadi istimewa karena diisi dengan agenda Sumpah/ikrar Budaya dan Sarasehan dengan tema “Aksara Jawa Goes Digital”.
Balutan ini juga rencananya dihadiri oleh sejumlah undangan dari negara sahabat yang berkantor di Surabaya. Kehadiran mereka merupakan bagian dari upaya mengenalkan budaya Nusantara kepada dunia.
Ada nilai peradaban, filosofi dan budaya Nusantara. Lomba Menulis (menyalin) Aksara Jawa ini tidak sekedar lomba tetapi menjadi upaya bersama dalam lebih mengenal budaya Nusantara dan mengenalkan budaya ini kepada dunia.
Ada nilai Kemajapahitan, ada nilai kebangsaan dan ada nilai budaya. Dalam penyelenggaraan itu, semua peserta dan termasuk panitia akan mengenakan busana Daerah.
Terlebih akan ada seorang profesor dari India yang direncanakan akan hadir melihat perhelatan ini. Juga ada lembaga pendidikan dari Jerman dan Belanda.

Selain dari itu datang sebuah Instagram dari kiriman pegiat aksara yang kritis, yaitu mengirimkan video yang berisi hadirnya aksara Hangeul Korea di Buton Sulawesi. Ini cerminan akan hilangnya tradisi lokal Nusantara dan telah terinfiltrasi nya cel cel lokal oleh budaya asing yang tidak serasi. Mengapa menggunakan budaya asing bila masih punya budaya lokal?

Inilah pentingnya mengenalkan budaya sendiri melalui lomba yang sekaligus mengenalkan budaya Nusantara ke mancanegara melalui perwakilan kantor kantor asing di Surabaya. Kepakkanan sayap dan terbaglah jauh ke mancanegara.

Acara lomba Menulis Aksara Jawa ini menjadi jembatan komunikasi dan persahabatan budaya antara Surabaya (Indonesia) dengan Mancanegara. Maka jadilah pelaku dan penopang jembatan kultural ini sebagai peserta lomba, sarasehan dan sumpah Budaya dengan mengisi form berikut ini:
https://forms.gle/DZmLa93MoAkMZ7o99. (PAR/nng)
