Budaya, Aksara
Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Dalam rangka memperingati Hari Aksara Internasional 2026, ada karya besar yang dibuat di Jepang berdasarkan sumber sejarah Desawarnana atau Kitab Negarakertagama dari era Majapahit tahun 1365 M.
Kitab beraksara Bali dan berbahasa Jawa Kuno ini berhasil di transliterasi ke dalam aksara latin berbahasa Inggris. Publikasi ini disampaikan oleh Profesor Stuart Robson melalui Instagramnya. Ia adalah akademisi dan ahli Jawa Kuno.

Dikutip dari sastranow.wordpress.com, diketahui bahwa Profesor Stuart Robson lahir di Sydney dan menempuh pendidikan di Universitas Sydney (gelar BA tahun 1962, MA tahun 1966) serta Universitas Leiden, Belanda (gelar DLit tahun 1971). Beliau pernah bekerja di Indonesia, Selandia Baru, dan Belanda sebelum menjabat sebagai Lektor Kepala (Associate Professor) bidang Bahasa Indonesia di Universitas Monash pada tahun 1991.
Beliau mengambil masa pensiun dini pada tahun 2001 dan saat ini menjabat sebagai Profesor Adjung dalam bidang Studi Indonesia di Universitas Monash. Selama lebih dari 40 tahun, beliau mendalami bidang bahasa Jawa, Jawa Kuno, dan Melayu Klasik, serta telah menghasilkan banyak publikasi dalam bidang-bidang tersebut maupun bidang terkait; karya terbarunya antara lain terjemahan bahasa Inggris untuk *Ramayana* versi Jawa Kuno (*Javanese Studies 2*, 2015) dan *The Kakawin Ghatotkacasraya* (*Javanese Studies 3*, 2016), yang keduanya diterbitkan oleh Tokyo University of Foreign Studies.
Publikasi lainnya mencakup *Bhomāntaka: The death of Bhoma* (edisi dan terjemahan, bersama A. Teeuw, 2005) dan *Arjunawiwaha; The Marriage of Arjuna of Mpu Kanwa* (2008), keduanya dalam seri *Bibliotheca Indonesica* terbitan KITLV, serta *Javanese-English Dictionary* (bersama Singgih Wibisono, Tuttle 2002), *Basic Indonesian; An Introductory Coursebook* (bersama Yacinta Kurniasih, Tuttle 2010), dan *Javanese Grammar for Students; A Graded Introduction* (Monash University Publishing, 2014). Terbaru adalah Desawarnana yang terbit pada November 2026”.

Melalui Instagramnya, Profesor Stuart Robson memberikan pengumuman yang berbunyi:
“Selamat Siang. Pengumuman kepada teman teman di Indonesia mengenai edisi baru dari teks Desawarnana dan terjemahan dalam bahasa Inggris, yang dijadwalkan keluar bulan November depan (2026), diterbitkan di Jepang oleh Tokyo University of Foreign Studies. Desawarnana ini pasti menarik bagi semua peminat sejarah Indonesia karena kekayaan informasi tentang keadaan di Jawa pada pertengahan abad ke 14 Masehi dan dinasti raja raja Jawa. Teks Desawarnana ini dikarang dalam bahasa Jawa Kuno dan ada terjemahan dalam Bahasa Inggris, yang tidak sulit. Terima kasih banyak”.
Itulah isi pengumuman yang disampaikan langsung dalam bahasa Indonesiamelalui Instagramnya. Professor Stuart adalah editor sekaligus penerjemah naskah ini.
Kenapa justru orang asing yang mengalih bahasakan dan menterjemahkan? Mari Introspeksi di Hari Aksara Internasional ini! (PAR/nng)
