Dimanakah Letak Naditira Pradeça Bukul dan Śūrabhaya?

Budaya, Sejarah

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Dulu di abad 14 Śūrabhaya adalah sebuah Naditira Pradeça, yang menjadi bagian dari sungai Kalimas (Kali Surabaya). Sekarang di abad 21, Kalimas menjadi bagian dari Surabaya. Ini namanya bolak baliknya (bergantinya) zaman.

Berdasarkan prasasti Canggu (abad 14), Śūrabhaya adalah salah satu Naditira Pradeça (desa di tepian sungai). Letaknya di Utara Bungkul (Bukul) di kawasan hilir sungai (bukan Hulu).

Kawasan tepian sungai sangat sibuk. Foto: ist

Śūrabhaya dan Bukul adalah deça di tepian sungai yang sekarang berada di wilayah administratif Surabaya, yang secara geografis terdapat di pinggiran sungai. Sejatinya dimanakah letak itu?

Ini pertanyaan yang belum pernah dijawab. Adakah yang mau menjawab?

Kalimas adalah ikonik Surabaya. Yakni sebuah sungai, yang menyimpan banyak peradaban. Sungai ini secara alami mengalir dari Selatan ke Utara melewati beberapa wilayah kelurahan di kota Surabaya, di antaranya:

• Kelurahan Ngagel (Kecamatan Wonokromo)

• Kelurahan Darmo / Keputran (Kecamatan Tegalsari)

• Kelurahan Ketabang (Kecamatan Genteng)

• Kelurahan Peneleh (Kecamatan Genteng)

• Kelurahan Genteng (Kecamatan Genteng)

• Kelurahan Alun-alun Contong (Kecamatan Bubutan)

• Bongkaran (Kecamatan Pabean Cantian)

• Kelurahan Krembangan Selatan (Kecamatan Krembangan)

• Kelurahan Perak Timur

• Kelurahan Perak Utara (Kecamatan Pabean Cantian).

Kesibukan di pinggiran sungai. Foto: ist

Di sepanjang sungai Kalimas ada dua Naditira Pradeça: Bukul (Bungkul) dan Śūrabhaya (Surabaya) berdasarkan Prasasti Canggu 1358 M.

Keduanya adalah peradaban kuno yang karena jasa warganya dalam menyediakan jasa Tambangan (penyeberangan sungai), Raja Majapahit Hayam Wuruk mencatatnya dalam prasasti yang dikenal dengan Prasasti Canggu atau Prasasti Trowulan I.

Kembali lagi bertanya dimanakah letak Naditira Pradeça Bukul dan Śūrabhaya itu?

Bisakah Naditira Pradeça itu dilacak? Foto: ist

Pertanyaan inilah yang menjadi latar belakang inisiasi “Ekspedisi Maritim Majapahit di Kalimas”.

Apakah benar pusat administrasi (peradaban) Bukul itu di sekitar Pemakaman Bungkul sekarang? Bagaimana pula dengan pusat administrasi/peradaban Śūrabhaya?

Setiap titik Naditira Pradeça ini radiusnya berapa meter atau kilometer untuk ukuran sekarang?

Di Kawasan itu terdapat jejak apa saya dan potensi apa saja yang bisa digali dan dikembangkan sebagai khazanah kebudayaan dan sejarah Surabaya?

Jawabannya bisa didapat melalui kebersamaan dan kolaborasi. Anda punya petunjuk?

Mencari titik lokasi peradaban kuno Bukul (Bu gkul)  dan Śūrabhaya (Surabaya) sangat krusial bagi Surabaya untuk memperkuat identitas budaya, memperkaya pariwisata sejarah, dan menjadi memori kolektif. Ini membuktikan akar kota jauh lebih tua dari sekadar era kolonial, sekaligus meluruskan narasi akar sejarah lokal dari kawasan penyeberangan era Majapahit. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *