Aksara & Bahasa Bagai Gelas & Mug.

Budaya

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Ini bukan sebuah akhir penelusuran. Tetapi sudah cukup menjadi paparan dan pelajaran untuk membedakan antara dua objek Kebudayaan. Yaitu Aksara dan Bahasa.

Masing masing memiliki alam penggunaan sendiri sendiri. Script and Language has its own nature.

Spoken language is a natural phenomenon, functioning as an auditory system of communication that evolves organically. Meanwhile, Script (the writing system) is a distinct technological artifact designed to record, archive, and visually constrain those sounds

Bahasa lisan merupakan fenomena alami yang berfungsi sebagai sistem komunikasi auditori yang berkembang secara organik. Sementara Aksara (sistem penulisan) adalah artefak teknologi tersendiri yang dirancang untuk merekam, mengarsipkan, dan membatasi bunyi-bunyi tersebut secara visual.

Dilihat dari jenis katanya, keduanya adalah sama sama kata benda dan dipakai untuk minum. Tetapi mereka berbeda. Mulai dari bahan pembuatan dan pemanfaatan nya: diperuntukan untuk minum apa.

Gelas dan mug berbeda. Gelas adalah istilah umum untuk wadah minum yang biasanya terbuat dari kaca transparan dan dipakai untuk minuman dingin atau air putih. Sementara itu, mug adalah jenis cangkir yang lebih besar, berdinding tebal, memiliki pegangan, dan dikhususkan untuk minuman panas seperti kopi atau teh.

Gelas dan Mug tidak sama. Foto: ist

Jangan samakan gelas dan mug meski keduanya sama sama dipakai untuk minum.

Jangan samakan Aksara dan Bahasa, meski keduanya sama sama dipakai untuk menyampaikan pesan.

Coba lihat tabel ini. Keduanya adalah Objek Kebudayaan, yang berbeda. Satu aksara dan lainnya Bahasa.

Matrix perbedaan antara Objek Aksara dan Objek Bahasa. Foto: par

Masing masing punya disiplin ilmu yang berbeda. Begitu pun Cabang cabang Ilmunya.

Dari sudut pandang ilmu Ontologi pun antara aksara dan Bahasa berbeda.

Dari sudut pandang ontologi (cabang filsafat yang mengkaji hakikat keberadaan atau realitas), aksara dan bahasa adalah dua entitas yang berbeda, namun memiliki relasi hierarkis yang saling melengkapi.

Berikut adalah rincian ontologis dari keduanya:

Bahasa:

Berwujud sebagai gagasan, sistem, dan makna. Ontologi bahasa adalah entitas abstrak (abstrak entity) yang eksis dalam pikiran manusia (kognisi) dan berfungsi sebagai alat komunikasi. Wujud asali bahasa adalah suara atau ujaran (bunyi bermakna).

 

Aksara:

Berwujud sebagai tanda, simbol, atau representasi fisik. Ontologi aksara adalah entitas konkret yang mewakili bunyi bahasa ke dalam bentuk visual. Keberadaan aksara berfungsi sebagai alat rekam atau medium untuk mengabadikan bahasa yang abstrak. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *