Rajapatni Apresiasi Kreasi Siswa Siswi SMA 4 Surabaya Yang Ciptakan Permainan (Game) Tradisi

Budaya, Aksara

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Rajapatni dukung kreativitas siswa siswi SMA dalam pembuatan game online beraksara dan berbahasa Jawa.

Ada, yang baru dari kota Surabaya. Yaitu munculnya kreativitas siswa SMA 4 Surabaya dalam pembuatan games online beraksara dan berbahasa Jawa untuk acara Pensi (Pentas Seni).

Selama ini game online, yang dimainkan secara berkelompok, marak menghiasi warung warung kopi.

Fenomena bermain game online secara berkelompok (mabar) di warung kopi (warkop) memang telah menjadi gaya hidup, yang sangat lekat dengan budaya nongkrong anak muda di Surabaya dan tempat tempat lain di Indonesia.

Berbekal ponsel pintar dan fasilitas WiFi gratis, aktivitas ini membawa dampak sosial, yang bercabang ganda bagi komunitas maupun lingkungan sekitarnya.

Selain berdampak sosial baik maupun negatif, sayang dampak negatifnya paling sering disorot dari kebiasaan ini. Yaitu masalah manajemen waktu dan kesehatan.

Banyak pelajar atau pekerja yang menghabiskan waktu berjam-jam hingga larut malam, menyebabkan kelelahan keesokan harinya dan penurunan prestasi.

Selain itu bahwa menatap layar terlalu lama dapat memicu astenopia (mata lelah), migrain, dan memicu kecanduan yang membuat pemain merasa gelisah jika tidak bermain.

 

Kreasi Anak SMA 4 Surabaya

Dua siswa SMA 4 Surabaya Arifah dan Michael ciptakan game online beraksara Jawa. Foto: nng

Dua siswa SMA 4 Surabaya, Michael Haniel Erdy Daniswara dan Arifah Nurut Izzah pada Sabtu sore (4/7/26) datang ke kelas Sinau Aksara Jawa di Rumah Bahasa Surabaya di komplek Balai Pemuda Surabaya. Tujuannya ingin menambah wawasan tentang penggunaan Aksara Jawa dan sekaligus bertukar pikiran dalam perancangan game online yang mereka sedang kerjakan.

Kehadiran mereka berdua mendapat respon positif dari tim Puri Aksara Rajapatni, yang menggelar kegiatan belajar aksara Jawa dalam kelas Sinau Aksara Jawa, yang bekerja sama dengan Rumah Bahasa Surabaya di bawah kelola Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya.

Tampilan game online dalam tablet. Foto: nng

Menurut Tim Rajapatni, kegiatan membuat game online beraksara dan berbahasa Jawa ini adalah terobosan bagus di tengah ramainya anak anak muda, yang gandrung dengan game online yang kurang dan bahkan tidak bertema sesuai kearifan lokal.

Ini merupakan terobosan inovatif untuk melestarikan warisan budaya. Langkah ini dinilai strategis pula karena secara kreatif mampu mengalihkan perhatian generasi muda dari game online umum, yang minim unsur kearifan lokal, sekaligus memperkenalkan budaya lokal secara menyenangkan”, kata Nanang Purwono, Ketua Puri Aksara Rajaptni.

Puri Aksara Rajaptni, sebagai komunitas yang mempromosikan penggunaan aksara Jawa di Surabaya, mendukung kegiatan pembuatan game online beraksara Jawa ini. Langkah ini merupakan aksi nyata dalam menerjemahkan kebijakan pemerintah Kota Surabaya, yang telah menggunakan aksara Jawa untuk nama nama kantor di lingkungan pemerintah kota Surabaya.

Ita Surojoyo memberikan komentar terhadap karya anak SMA. Foto: nng

Jika mau tanya tanya bisa langsung DM saya. Nama ada di Grup WA”, kata Ita Surojoyo kepada Arifa dan Michael.

Kegiatan ini juga sekaligus memperkuat dan menginspirasi penggunaan dan belajar aksara Jawa di sekolah sekolah di Surabaya. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *