Menyibak Asal Makna “Berani Menghadapi Bahaya” Pada Prasasti Canggu (1358 M)

Budaya, aksara

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Menyajikan isi dari Prasasti Canggu bukanlah bentuk protes terhadap Hari Jadi Kota Surabaya, yang selama ini sudah diperingati pada tanggal 31 Mei sejak tahun 1975.

Tetapi ini adalah upaya untuk mengenal asal mula sifat filosofis, yang menjadi dasar kepahlawanan. Sifat Kepahlawanan itu diduga kuat berangkat dari upaya kejuangan, yang didasari oleh keberanian, kebenaran dan keadilan.

Sifat berani itu bukan saja tercermin dalam praktik perjuangan dengan memanggul senjata. Tetapi menggunakan akal sehat demi sesama dan kemanusiaan.

Prasasti Canggu. Sumber: museum nasional Indonesia

Jiwa dan semangat berani itu tersimpan pada prasasti yang dikenal dengan nama Prasasti Canggu yang tertulis pada kata, yang berbunyi Śūrabhaya. Sebetulnya kata yang berbunyi Śūrabhaya itu adalah sebuah desa di tepian sungai, yang umum disebut Naditira Pradesa. Ada sekitar 77 Naditira Pradesa yang ditulis pada prasasti itu, 33 desa ada di aliran Bengawan Solo dan 44 desa di aliran Kali Brantas termasuk anak kali Brantas, yaitu Kali Surabaya. Diantara 44 desa di aliran Kali Brantas itu adalah Śūrabhaya, yang diyakini sebagai asal nama kota Surabaya.

Karena kata Surabaya diketahui bermakna “Buaya minum arak atau minuman keras”, maka perlu ditinjau kembali arti nama Śūrabhaya, yang di era kolonial terkenal dengan sesanti “Soera ing Bhaia” sebagaimana tertulis dalam prasasti Canggu. Śūrabhaya secara leksikal, berdasarkan kamus Sansekerta, berarti “Berani menghadapi bahaya”.

Susunan aksara dalam kata Śūrabhaya..Foto: dok par

Śūrabhaya ini nama desa, yang dengan jelas dan tegas, ditulis pada prasasti yang dikeluarkan Raja Majapahit Hayam Wuruk pada 7 Juli 1358 M. Kebetulan nama Naditira Pradesa Śūrabhaya ini secara leksikal berarti berani menghadapi bahaya (bahasa Sansekerta).

Melalui tinjauan aksara (pemahaman aksara), maka ketahuilah arti kata dalam Aksara Jawa Kuno (Kawi), yang berbunyi Śūrabhaya. Makna baik ini perlu diketahui masyarakat Surabaya, yang kotanya berstatus Kota Pahlawan. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *