Budaya
Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Upaya melestarikan dan memajukan warisan budaya harus terus digelorakan. Ini sangat penting karena menjadi fondasi identitas bangsa, memperkuat kohesi sosial, dan mendorong perekonomian melalui sektor pariwisata. Selain itu, budaya adalah warisan bernilai luhur yang harus dilindungi dari kepunahan akibat globalisasi agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Justru di era globalisasi ini tradisi harus terus hidup sang salah satunya dapat menghiasi globalisasi itu sendiri. Di tengah arus globalisasi, tradisi memang bisa berfungsi sebagai akar identitas yang tidak hanya menjadi benteng pertahanan, tetapi juga dapat menjadi daya tarik dan warna unik agar dunia tidak terlihat seragam. Dunia ada keunikan.
Jika di era modern masyarakat tengah berseragam menggunakan celana jeans, laki laki dan perempuan mengenakan jeans. Orang Amerika, Australia, Inggris, Indonesia, suku Jawa, Batak dan Sulawesi juga bercelana jeans. Semuanya sewarna. Namun bisa unik bila masing masing mengenakan busana daerahnya. Tentulah akan terpampang keragaman yang berbeda beda.Dengan demikian dunia tidak terlihat seragam. Indonesia yang berbhineka pun juga terlihat jati diri nya.
Pancasila adalah jati diri bangsa Indonesia. Pancasila sekaligus sebagai identitas yang mengakar, nilai-nilainya digali dari budaya, adat istiadat, dan agama yang telah menyatu dalam kehidupan masyarakat Nusantara sejak dahulu kala.

Memperingati Hari Lahir Pancasila, Puri Aksara Rajaptni masih mau menggali nilai nilai Pancasila itu dengan wadah kekinian yang berbalut pada wisata kuliner. Ita Surojoyo (Pendiri Puri Aksara Rajaptni) dan rekan mengajak Anda mengunjungi resto boutique di Singosari Malang. Tepatnya di Ndalem Ratu.

Ndalem Ratu Singhasana
Ndalem Ratu Singhasana adalah restoran dan galeri berkonsep heritage di Malang, yang menyajikan hidangan autentik khas kerajaan Jawa (Singosari, Majapahit, dan Kediri). Restoran ini menggunakan artefak bersejarah asli sebagai dekorasi dan dilayani oleh staf berseragam adat.

Lokasinya berada di Jalan Kertanegara Barat I No. 9, Candirenggo, Singosari, Kabupaten Malang. Tidak jauh dari Arca Dwarapala Singosari. Konsep Resto ini memang adaptif dengan lingkungan situs Singosari. Jadi berkuliner di tempat ini sambil merasakan suasana di era klasik.
Setting tempat dan menu makanan sangat mendukung untuk merasakan nuansa kerajaan Nusantara pada masa lampau.

Di tempat ini ada panca indera yang bisa dieksplor untuk masuk ke lorong waktu Nusantara klasik.
Kembali Serasa Menggali Nilai Nilai Pancasila
Di sana lah nilai Pancasila bisa di rasa melalui panca indera. Penglihatan (Mata): Sila ke-3 (Persatuan Indonesia). Mata Anda akan dimanjakan dengan arsitektur bangunan joglo antik, yang memajang artefak kerajaan dari era Singasari, Majapahit, dan Kediri. Ini merepresentasikan kekayaan sejarah dan budaya Nusantara yang mempersatukan keberagaman bangsa.

Pendengaran (Telinga): Sila ke-3 (Persatuan Indonesia). Telinga Anda akan disambut alunan musik gamelan yang diputar di area restoran. Suasana khas keraton ini menciptakan rasa cinta tanah air dan identitas budaya yang kuat.
Pengecapan (Lidah): Sila ke-5 (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia). Lidah Anda dimanjakan oleh hidangan autentik khas kerajaan, seperti Nasi Pecel dari Kediri, Nasi Urap khas Majapahit, dan Nasi Kuning khas Singosari. Keberagaman menu ini dinikmati dengan harga yang merata dan terjangkau, mencerminkan keadilan kuliner.
Penciuman (Hidung): Sila ke-1 (Ketuhanan Yang Maha Esa) & Sila ke-3 Aroma rempah tradisional Nusantara yang harum dan khas tercium dari dapur dan hidangan yang disajikan, seperti Wedang Ratu Nusantara atau Kopi Hitam. Wangi ini mengingatkan kita pada anugerah kekayaan alam yang patut disyukuri.

Peraba (Kulit): Sila ke-4 (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan.) Kulit Anda akan merasakan kenyamanan suasana heritage dan sentuhan ornamen kayu antik saat bersantap. Suasana kekeluargaan ini mendukung ruang diskusi yang hangat, sejalan dengan nilai musyawarah dalam bermasyarakat.

Ita Surojoyo, Pendiri komunitas Puri Aksara Rajaptni mendapati bahwa dalam era kekinian, nilai nilai Pancasila masih bisa dirasakan melalui wahana resto yang membawa konsep Nusantara, termasuk penggunaan Aksara di lingkungan resto. (PAR/ nng)
