Budaya
Rajapatni.com: SURABAYA – Dewan Kebudayaan Surabaya (DKebS) telah dikukuhkan oleh Walikota Surabaya. Lembaga Kebudayaan ini lahir dari dan berdasar pada Undang Undang 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Secara historis, kehadiran DKebS ini tercatat pada 15 Mei 2026. Lima hari kemudian pada 20 Mei 2026, akan ada sosialisasi Perda Pemajuan Kebudayaan dan Nilai Kejuangan dan Kepahlawanan Surabaya. Kedua momen kebudayaan ini menjadi angin segar sebagai upaya bersama “Kebangkitan Kebudayaan Surabaya”. DKebS adalah implementator dari Perda Pemajuan Kebudayaan dan Nilai Kejuangan dan Kepahlawanan Surabaya serta Undang Undang 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Tanggal 20 Mei nanti juga diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Esensi Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) adalah kebangkitan kesadaran kolektif bangsa Indonesia untuk bersatu, menumbuhkan semangat nasionalisme, dan berjuang bersama melalui jalur pendidikan serta organisasi.

Di Surabaya telah lahir Organisasi Kebudayaan (DKebS) dan segera disosialisasikan Perda Pemajuan Kebudayaan dan Nilai Kejuangan dan Kepahlawanan Surabaya, yang menjadi landasan dalam upaya bersama pemajuan kebudayaan Surabaya.

Karenanya berdasarkan semangat Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026, kehadiran Dewan Kebudayaan Surabaya dan Perda Pemajuan Kebudayaan dan Nilai Kejuangan dan Kepahlawanan Surabaya nantinya bisa bergerak bersama dalam pembangunan Surabaya yang didasari oleh kebudayaan dan karakter Surabaya yang berani dan bersama (Gotong Royong).
Berani dan Bersama (Gotong Royong) adalah kekuatan dasar yang sudah ada sejak lama yang keberadaannya dapat dibuktikan baik berupa artefak maupun peristiwa sejarah. Data sejarah inilah yang nantinya menjadi dasar pergerakan Kebudayaan melalui wadah Dewan Kebudayaan Surabaya (DKebS).
Data sejarah bisa didapat dari berbagai sumber sejarah. Sementara data artefak yang berupa prasasti juga menjadi agenda untuk diperoleh sebagai data otentik Surabaya sebagai daerah di pinggiran sungai (Naditira pradesa). Sungai si Surabaya adalah urat nadi kehidupan, perhubungan, perdagangan, kebudayaan dan pembangunan. Sungai itu masih ada yang sekarang dikenal sebagai Sungai Kalimas (d/h Sungai Surabaya).
Kebangkitan Kebudayaan = Alat Kebudayaan (DKebS) + Aturan Kebudayaan (Perda).
(PAR/nng)
