꧌꧇꧒꧇꧍ Dua Lagu Kebangsaan Indonesia Raya & Het Wilhelmus Iringi Peluncuran Buku Sketsa Kota Lama Surabaya.

Budaya

Rajapatni com: SURABAYA – ꧌ꦥꦼꦭꦸꦚ꧀ꦕꦸꦫꦤ꧀꧍ Peluncuran buku “Serial Sketsa Kota Lama Surabaya” berjalan lancar di gedung Museum Bank Indonesia (De Javasche Bank) di jalan Garuda di Kota Lama Surabaya pada ꧌꧇꧒꧖꧇ ꦄꦥꦿꦶꦭ꧀꧍ 26 April 2026. Kegiatan dalam peringatan Hari Warisan Budaya Dunia (world Heritage Day) ini dalam satu rangkaian peringatan Hari Kartini dengan tema “Women of Light: Tracking Courage Across Time”, yang dihelat Bank Indonesia Jawa Timur mulai 25 – 28 April 2026.

꧌ꦏꦺꦴꦤ꧀ꦰꦸꦭ꧀꧀꧍ Konsul Kehormatan Belanda Lily Jessica Tjokrosetio. Foto: nng

Peluncuran buku, yang dihadiri oleh Konsul Kehormatan Belanda di Jawa Timur, Lily Jessica Tjokrosetio, dan pimpinan Bank Indonesia wilayah Jawa Timur, Ibrahim dan Ketua Pansus Raperda ꧌ꦥꦼꦩꦗꦸꦮꦤ꧀꧍ Pemajuan Kebudayaan DPRD Surabaya, dr. Zuhrotul Mar’ah, diawali dengan menyanyikan dua lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Het Wilhelmus dengan khidmat.

꧌ꦥꦼꦉꦩ꧀ꦥꦸꦮꦤ꧀꧍ Perempuan Indonesia mengepakkan bendera bendera. Foto: nng

Suara dua lagu kebangsaan ini menggema di ruangan gedung eks De Javasche Bank dari era pemerintahan Hindia Belanda. ꧌ꦥꦼꦩꦸꦠꦫꦤ꧀꧍ Pemutaran dua lagu kebangsaan ini menjadi simbol kerjasama antar komunitas Puri Aksara Rajapatni dan Netwerk Internationale Neerlandistiek in Asie (NINA), yang membuka ꧌ꦏꦤ꧀ꦠꦺꦴꦂ꧍ kantor di Surabaya. Kerjasama peluncuran buku ini juga didukung lembaga dunia lainnya seperti ICOM CECA (International Council of Museum, Committee for Education and Cultural Action), yang berkantor di Jakarta serta ꧌ꦝꦸꦏꦸꦔꦤ꧀꧍ dukungan pentahelix, termasuk Bank Indonesia wilayah Jawa Timur.

꧌ꦩꦼꦤꦸꦫꦸꦠ꧀꧍ Menurut Lily Jessica Tjokrosetio, Konsul Kehormatan Belanda di Jawa Timur bahwa buku “Sketsa Kota Lama Surabaya” yang mengetengahkan jejak dan kekayaan warisan budaya di kawasan kota lama Surabaya adalah sebuah karya diplomasi ꧌ꦧꦸꦢꦪ꧍ budaya dalam rangka mempererat hubungan kedua negara Indonesia – Belanda.

꧌ꦥꦶꦩ꧀ꦥꦶꦤꦤ꧀꧍ Pimpinan Bank Indonesia Wilayah Jawa Timur, Ibrahim, beri sambutan. Foto: nng

Sementara itu Pimpinan Bank Indonesia Jawa Timur, ꧌ꦅꦧꦿꦲꦶꦩ꧀꧍ Ibrahim, dimana gedung eks kantor De Javasche Bank (DJB) adalah bukti peradaban masa lalu di Surabaya, tepatnya di Kota Lama Surabaya, yang hari itu Minggu (26/4/26) menjadi saksi peluncuran buku. Pemanfaatan ꧌ꦱꦼꦧꦒꦻ꧍ sebagai Museum Bank Indonesia adalah wujud bagaimana Bank Indonesia turut andil dalam menjaga, melestarikan dan memanfaatkan ꧌ꦕꦒꦂꦧꦸꦢꦪ꧍ Cagar Budaya.

꧌ꦧꦼꦝꦃꦧꦸꦏꦸ꧍ Bedah buku Sketsa Kota Lama Surabaya. Dari kiri: Setya Amrih Prasaja, Nofa Farida Lestari, Ana Maria van Valen, Budi Irawan, Nanang Purwono dan Ary Sulistyo . Foto: par

꧌ꦩꦼꦮꦏꦶꦭꦶ꧍ Mewakili pemerintah Kota Surabaya adalah dokter Zuhrotul Mar’ah, yang sekaligus sebagai Ketua Pansus Raperda Pemajuan Kebudayaan DPRD Kota Surabaya, ꧌ꦱꦔꦠ꧀꧍ sangat mengapresiasi penerbitan buku, yang memang digagas dan diterbitkan Puri Aksara Rajapatni sebagai organ masyarakat, yang ꧌ꦩꦼꦔꦸꦱꦸꦭ꧀ꦏꦤ꧀꧍ mengusulkan Raperda Pemajuan Kebudayaan Kejuangan dan Kepahlawanan Kota Surabaya bersama A. Hermas Thony, Wakil Ketua DPRD Kota Lama periode 2019-2024.

A H Thony (kiri) bersama tim ꦥꦸꦫꦷꦄꦏ꧀ꦱꦫꦫꦴꦗꦥꦠ꧀ꦤꦷ Puri Aksara Kejuangan. Foto: par

Sedangkan A.Hermas Thony sebagai Pembina Puri Aksara Rajapatni berharap potensi kebudayaan bisa menjadi pijakan dalam proses ꧌ꦥꦼꦩ꧀ꦧꦔꦸꦤꦤ꧀꧍  pembangunan bangsa, sebagaimana harapan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, yang ingin menjadikan ꧌ꦅꦟ꧀ꦝꦺꦴꦤꦺꦱꦾ꧍ Indonesia sebagai Ibukota Budaya Dunia.

Berangkat dari ꧌ꦯꦹꦫꦨꦪ꧍ Surabaya melalui organ masyarakat telah tumbuh kesadaran mandiri dalam upaya mendukung hubungan Government-to-Government (G2G) Indonesia – Belanda. Implementasi itu adalah ꧌ꦧꦼꦫꦸꦥ꧍ berupa hubungan Community-to-Community (C2C). yang salah satunya diwujudkan dalam bentuk Buku “Sketsa Kota Lama Surabaya” sebagai bentuk Diplomasi Budaya.

꧌ꦧꦸꦏꦸ꧍ Buku Sketsa Kota Lama Surabaya. Foto: par

꧌ꦲꦝꦶꦂ꧍ Hadir dalam peluncuran buku itu adalah kantor perwakilan budaya Asing di Surabaya, seperti Wisma Jerman dan juga ada warga ekspatriat yang tinggal di Surabaya serta pegiat dan pemerhati sejarah budaya ꧌ꦯꦹꦫꦨꦪ꧍ Surabaya. Selain itu juga hadir sebagai salah satu pembicara Talkshow adalah Setya Amrih Prasaja, seorang Filolog dari Yogyakarta, yang secara formal ꧌ꦧꦼꦂꦞꦶꦤꦱ꧀꧍ berdinas sebagai Kepala Seksi Bahasa, Sastra dan Aksara Jawa di Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

꧌ꦅꦠꦯꦹꦫꦗꦪ꧍  Ita Surojoyo bersama buku Sketsa Kota Lama Surabaya. Foto: par

Pada kesempatan itu setiap undangan yang hadir mendapatkan souvenir sebuah buku Sketsa ꧌ꦏꦺꦴꦠꦭꦩ꧍ Kota Lama Surabaya. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *