Michiel Eduard: Titian Sejarah Budaya Untuk Masa Depan Dua Bangsa.

Sejarah, Budaya

Rajapatni.com: SURABAYA – Kedatangan Michiel Eduard Donkersloot ke Surabaya tidak sekedar main main. Tapi ada upaya merajut hubungan baik yang bersifat People to People (P2P). Michiel Eduard adalah seorang penyanyi berkebangsaan Belanda, keturunan Belanda-Jawa (Blasteran).

Kerjasama People-to-People (P2P) atau kontak antar masyarakat adalah interaksi langsung antarwarga negara, komunitas, akademisi, atau pelaku bisnis dari dua negara atau lebih, tanpa melalui jalur formal pemerintah semata. Ini merupakan pondasi penting untuk mempererat relasi bilateral dan membangun saling pengertian, kepercayaan, serta memperkuat hubungan yang lebih komprehensif.

Stichting Anak Mas (Belanda) dan Puri Aksara Rajapatni (Surabaya) merajut kerjasama dalam upaya mendukung hubungan budaya Indonesia-Belanda.

Michiel Eduard Donkersloot adalah seorang pendiri sebuah yayasan Stichting Anak Mas. Yayasan ini bergerak untuk membantu orang kurang mampu, anak yatim, dan penyandang disabilitas di Indonesia.

Di Surabaya, Michiel Eduard bukannya tidak punya hubungan emosional. Moyangnya yang bernama Donkersloot dimakamkan di Peneleh. Selain itu, moyangnya yang bernama Van Vloten juga pernah memiliki usaha perumahan (villa) di Tretes dengan kantor di Woningbureau Van Vloten di gedung Apotik Simpang di jalan Simpang Lonceng (depan Tunjungan Plaza).

Kantor Woningbureau Van Vloten di gedung Apotik Simpang. Foto: mic

Pada kesempatan kunjungannya kali ini di Surabaya, Michiel yang didampingi Mitranya, Puri Aksara Rajapatni, melihat gedung eks kantor Woningbureau Van Vloten, yang sekarang kosong. Terakhir masih digunakan sebagai Apotik Simpang dan juga toko alat alat olahraga yang bernama Atal Sport serta toko antik.

Michiel Eduard bersama ketua Puri Aksara Rajapatni, Nanang Purwono. Foto: par

Dia menyayangkan gedung indah bersejarah di tengah kota ini tidak difungsikan. Lokasinya persis di depan Tunjungan Plaza dan gedung negara Grahadi, yang dulu merupakan kediaman Residen dan pejabat tinggi negara di era kolonial.

Mengenal jejak leluhur. Foto: par

Menyisir trotoar gedung eks kantor Woningbureau Van Vloten, Michiel pun hanya berucap “sayang, dan sayang”. Sambil mengamati lingkungan gedung yang penuh keramaian, dirinya memakai blangkon untuk menunjukkan identitas keturunan Jawanya.

“Aku pakai blangkon gak ada yang panggil bule bule ya”, kata Michiel sambil bercanda.

 

Bangsawan Jawa Eropa.

Bila ditarik mundur ke belakang, moyangnya bernama Mangoenpawiro, yang diduga merupakan seorang bangsawan dari Yogyakarta. Ia diketahui berada di wilayah Deli antara tahun 1890 hingga 1910.

Kisah leluhur jauh Michiel Eduard, melalui garis ibundanya Corine Donkersloot-Veen, membentang hingga 33 generasi ke belakang menembus kabut panjang Abad Pertengahan Eropa.

Emblem keluarga Donkersloot. Foto: mic

Salah satu leluhur perempuannya adalah Alpais van Hoegaarden (lahir sekitar 921). Ia merupakan putri dari Erlebaud de Lommois dan Alpais “Adelheid” de France (lahir 907). Dari garis inilah mengalir darah bangsawan Franka, yang terhubung langsung dengan para penguasa besar Eropa Barat.

Kini Michiel Eduard Donkersloot adalah musisi Belanda, yang pernah memproduseri penyanyi Wieteke van Dort. Kini dalam aktivitas sosial budayanya, ia tetap konsisten dengan jalur moyangnya, yang juga orang Jawa. Karena keterkaitannya secara historis dengan Surabaya, ia pun telah bertemu Puri Aksara Rajapatni dan bersamanya meniti jalur budaya. (PAR/nng).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *