Sejarah, Budaya
Rajapatni.com: SURABAYA – Mencari sumber primer tentang “Surabaya”, khususnya nama Surabaya? Mumpung masih ada di Museum Nasional Indonesia di Jakarta, sebelum tidak jelas.
Sebelumnya sumber primer berupa prasasti Canggu ini sempat dikabarkan tidak jelas. Ada yang mengatakan tidak tahu rimbanya. Ada yang mengatakan hilang.
Setelah ditelusuri pada tahun 2022, akhirnya diketahui bahwa kepingan lempeng tembaga itu ada di Museum Nasional Indonesia di Jakarta. Lalu pada Maret 2023, berangkatlah utusan pegiat sejarah Surabaya ke Jakarta dan mampir ke Museum Nasional untuk bisa melihat dengan mata kepala sendiri dan mendokumentasikan (foto dan video) bahwa memang benar artefak itu masih ada.

Keberadaannya pun disampaikan ke pemerintah kota Surabaya, melalui staf petugas Dinas Pariwisata, agar bisa dibuat duplikatnya dan disimpan di Museum Surabaya. Sebuah pertemuan antar Surabaya (pegiat sejarah), pemerintah kota yang diwakili oleh staf Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) dan pihak Museum Nasional Indonesia diadakan. Dari pihak museum menyampaikan bahwa permintaan duplikat artefak hendaknya melalui jalur pemerintah Kota supaya populasi duplikat bisa dicatat.
Sejak 2023 hingga 2026 sudah berlangsung selama 3 tahun. Tapi belum ada realitanya. Sampai sampai perwakilan dari pegiat budaya Puri Aksara Rajapatni datang ke Museum Nasional Indonesia pada Januari 2026 lalu dengan tujuan yang sama. Saran Humas Museum Nasional adalah agar pihak Pemkot Surabaya memintanya langsung ke Museum Nasional Indonesia di Jakarta.
Berita kunjungan ke Museum Nasional Indonesia pada Januari 2026 pun disampaikan ke staf Museum Surabaya agar menindaklanjutinya perihal permintaan duplikat artefak Prasasti Canggu.
Ternyata masih berlarut hingga bulan April 2026 dan belum ada kabar menggembirakan. Prasasti Canggu adalah prasasti yang dengan otentik dan jelas merekam sejarah Surabaya.
Ironisnya, prasasti Kamalagyan yang belum jelas kaitannya dengan Surabaya bisa diduplikasi dan kini disimpan di Museum Surabaya di gedung Siola. Sementara data historis yang jelas dan otentik menyebut Surabaya (Çūrabhaya /ꦯꦹꦫꦨꦪ) masih berlarut. Atau memang mencari sesuatu yang tidak ada. Sementara yang ada dikesampingkan?

Barangnya ada. Letaknya di Museum Nasional Indonesia di Jakarta. Artefaknya menyebut nama Surabaya (Çūrabhaya) sebagai sebuah Naditira pradesa.
Mau apa lagi? (PAR/nng)
