Sejatinya Kota Surabaya ada pada Aksara Jawa.

Aksara, Sejarah

Rajapatni.com: SURABAYA – Sejatinya “Kota Surabaya” jika dilihat dari pemaknaan asli namanya berarti “Çūrabhaya”. Yakni orang, yang berani menghadapi tantangan atau bahaya. Makna itu sesuai dengan penulisan asli, sebagaimana terdapat pada sumber prasasti Canggu (1358 M).

Prasasti Canggu menuliskan Çūrabhaya sebagaimana tertulis pada aksara Jawa ꦯꦹꦫꦨꦪ sebagai turunan dari aksara Kawi (Jawa Kuno). Bahkan makna itu pernah dipakai sebagai sesanti kota pada masa lampau, yang berbunyi “Soera ing baja”, yang berarti berani menghadapi bahaya.

Entah kenapa seiring dengan perkembangan zaman, nama kota Pahlawan ini ditulis “Surabaya”, tidak “Çūrabhaya” sebagaimana bunyinya sesuai prasasti Canggu, yang dalam aksara Jawa ditulis ꦯꦹꦫꦨꦪ.

Jika ditulis “Surabaya“ seperti saat ini, kata “Surabaya”, yang dalam aksara Jawa ditulis ꦱꦸꦫꦧꦪ, memiliki arti yang berbeda. ꦱꦸꦫꦧꦪ (Surabaya) artinya Dewa Buaya. Sedangkan ꦯꦹꦫꦨꦪ (Çūrabhaya) artinya “berani menghadapi tantangan/ bahaya”.

ꦯꦹꦫꦨꦪ berani menghadapi bahaya. Foto: par

Menurut filolog asal Yogyakarta, Setya Amrih Prasaja bahwa ꦯꦹꦫ Çūra atau Śūra artinya “berani”. Berbeda dengan ꦱꦸꦫ Sura yang artinya “dewa”.

Buku “Serial Kota Lama Surabaya”, yang diterbitkan oleh komunitas aksara Jawa Puri Aksara Rajapatni ini, juga menuliskan dalam aksara Jawa. Pada kata “Surabaya” ditulis ꦯꦹꦫꦨꦪ, sesuai dengan bunyi asli dari prasasti Canggu, yang berarti orang yang berani menghadapi tantangan atau bahaya.

Buku baru untuk peringatan Hari Warisan Budaya Dunia 2026. Foto: ist

Karenanya, buku ini “Serial Sketsa Kota Lama Surabaya” tidak hanya sebagai dokumentasi tapi sekaligus pengingat publik bahwa kota, yang berjuluk Kota Pahlawan ini, memiliki arti yang berjiwa pahlawan, yaitu “berani menghadapi bahaya”.

Makna “Pahlawan” dari jiwa Kota Pahlawan adalah makna berani, yang terilhami dari makna berani menghadapi bahaya “Soera ing Baya”.

Buku “Sketsa Kota Lama Surabaya” sengaja menggunakan kata ꦯꦹꦫꦨꦪ sebagai upaya mempertahankan makna aslinya, yang berbunyi “berani menghadapi tantangan atau bahaya”. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *