Kota Lama Surabaya Dalam Bingkai.

Sejarah, Budaya

Rajapatni.com: SURABAYA – Kisah-kisah Kota Lama Surabaya akan terungkap melalui sketsa berbingkai, di mana kita bisa menyaksikan bagaimana sejarah saling bertaut dan dua budaya hidup berdampingan. Jalan-jalan dan bangunan yang tergambar dalam sketsa tersebut menjadi saksi bisu berabad-abad interaksi antara Surabaya dan Belanda. Sketsa sketsa itu merepresentasikan sebuah dialog antara sejarah Indonesia dan Belanda yang terjalin seiring berjalannya waktu.

Seiring dengan modernisasi kota, terdapat pula risiko bahwa warisan sejarah akan tersingkirkan oleh proyek-proyek baru dan kontemporer.

Namun, kemajuan sejati bukanlah tentang menghapus masa lalu, melainkan memahami dan mengintegrasikannya ke dalam masa kini dan masa depan kita”, jelas Konsul Kehormatan Kerajaan Belanda di Jawa Timur, Lily Jessica Tjokrosetio.

Sementara itu Pemerintah Kota Surabaya melalui perencanaan pembangunan kota terus mendorong perlindungan dan pemanfaatan kawasan cagar budaya agar tetap hidup sebagai ruang budaya, ruang kreatif, dan destinasi wisata sejarah.

Momentum peringatan International Heritage Day pada 18 April mengingatkan kita bahwa warisan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan aset pengetahuan dan inspirasi bagi pembangunan Kota Surabaya. Dokumentasi visual menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran publik bahwa kawasan Kota Lama Surabaya adalah ruang sejarah yang harus dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan secara bijak”, jelas Ir. Irvan Wahyudrajad M.MT., Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Surabaya.

Sebuah sketsa Kota Lama Surabaya dalam bingkai. Foto: nng

“Sketsa Kota Lama Surabaya Dalam Bingkai” adalah rangkaian rencana program dalam peringatan Hari Warisan Budaya Sedunia (International Heritage Day) 2026, yang digelar secara kolaboratif Pentahelix pada pertengahan April 2026.

Kesadaran akan pelestarian dan pemajuan warisan budaya bersama di Surabaya ini merupakan jembatan kolaboratif yang tidak hanya menyangkut institusi lokal, melainkan nasional dan internasional. Di Surabaya wadah itu bisa dibentuk dalam karya seni budaya.

Semangat ini akan memperkuat posisi Surabaya sebagai kota budaya dan pariwisata yang berkelanjutan, yang berakar pada budaya lokal namun diakui di tingkat global. (PAR/nng).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *