Belajar Aksara Jawa Dengan Lesehan Ketika Menteri Kebudayaan Datang Ke Surabaya.

Budaya

Rajapatni.com: SURABAYA – Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon berkunjung ke Jawa Timur pada Sabtu, 21 Februari 2026. Dalam kunjungan itu Fadli Zon, yang didampingi oleh Kepala Balai Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur, mengunjungi Museum Mpu Tantular, yang kemudian dilanjutkan ke makam Sunan Ampel.

Menteri menyampaikan perlunya kolaborasi aktif sebanyak banyaknya dengan berbagai entitas untuk meramaikan museum agar museum menjadi wisata budaya dan penguat identitas daerah, terutama oleh anak anak muda. Apalagi bila entitas masyarakat itu memiliki program, yang secara langsung terkait dengan museum.

Tak ada meja kursi, lantai pun jadi. Foto; nng

Misalnya kegiatan edukasi aksara, yang secara langsung mengenalkan peserta yang notabene dari kalangan anak muda dengan koleksi museum berupa artefak manuskrip. Seperti di Museum Pendidikan Surabaya yang memang memajang Literasi Aksara. Belajar aksara daerah di museum Pendidikan Surabaya sungguh berkorelasi dengan pemajuan object Manuskrip, yang menjadi salah satu dari Object Pemajuan Kebudayaan (OPK) sebagaimana diamanatkan oleh Undang Undang.

 

Terus bersemangat dalam belajar. Foto: par

Tapi, dari pengamatan belakangan ini, kegiatan itu kurang terwadahi sebagaimana mestinya sehingga mereka menggunakan fasilitas lainnya demi pelestarian object budaya. Meski tanpa meja kursi, kegiatan belajar tetap berjalan.

 

Nisan Sunan Ampel

Menteri Kebudayaan Fadli Zon kunjungi Makam Sunan Ampel. Foto: ist

Selain itu Menteri Fadli Zon juga mengunjungi Makam Sunan Ampel. Satu object, yang jarang dilihat oleh jutaan peziarah yang datang, adalah nisan asli Sunan Ampel. Makam Sunan Ampel memang telah direnovasi sehingga tambah terlihat megah. Begitu pula object nisannya yang berwarna putih dari bahan batu marmer.

Menteri Fadli Zon menengok Pusara Sunan Ampel. Foto: ist

Tetapi nisan aslinya yang terbuat dari batu andesit masih terpasang in situ. Nisan asli ini terdapat dalam sebuah ruang dari kijing baru yang terbuat dari batu marmer. Menteri Fadli Zon pun berkesempatan melihat batu nisan asli.

Nisan asli Sunan Ampel. Foto: ist

Bentuk kijing baru memang berongga, yang bagian atasnya menjadi tempat tabur bunga yang bisa digeser untuk melihat pusara Sunan Ampel yang asli (masih utuh). Ruang Nisan ini jarang dibuka, kecuali ada kunjungan khusus seperti kedatangan Menteri Kebudayaan. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *