Budaya
Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Lomba Menulis Aksara Jawa di Bangsal Panca Walika Universitas Wijaya Kusuma Surabaya akan menjadi wadah bertemunya ragam budaya Nusantara dan mancanegara. Ini memang menjadi tujuan komunitas Puri Aksara Rajapatni dalam gelaran ini. Yaitu bisa menyajikan budaya daerah ke kancah global melalui panggung budaya lokal tapi bermakna global.
Selain mengundang mitra negara sahabat, juga akan ada booth perwakilan lembaga pendidikan Belanda di bawah NINA (Netwerk Internationale Neerlandistiek in Azië), Jaringan Studi Belanda Internasional di Asia yang berpusat di Belgia.
Partisipasi booth pendidikan luar negeri ini adalah bagian dari budaya.
“Belajar aksara Jawa berarti belajar bahasa dan budaya”, kata Ita Surojoyo, pendiri Puri Aksara Rajapatni yang keseharian adalah pengajar bahasa Inggris untuk siswa, mahasiswa dan umum yang akan belajar dan bekerja ke luar negeri.
Hadirnya booth NINA dalam agenda Lomba Menulis Indah Aksara Jawa ini adalah rangkaian peringatan Bulan Bahasa dan Sastra serta Sumpah Pemuda. Kebetulan pada hari hari itu juga merupakan masa Dutch Week di Belanda, dimana bahasa menjadi salah satu highlightnya.

Sinergi budaya ini menarik. Ada perpaduan kultur antara perayaan lokal dan momentum internasional. Hadirnya booth NINA dalam Lomba Menulis Indah Aksara Jawa adalah jembatan dua perayaan besar: Bulan Bahasa di Indonesia dan Dutch Week di Belanda.
Ini kesempatan bagi umum dan mahasiswa untuk memperoleh informasi tentang belajar bahasa Belanda agar lebih lanjut memahami Sejarah Surabaya yang banyak tertulis dalam teks teks berbahasa Belanda baik dalam buku maupun inskripsi di beberapa tempat di Surabaya.
“Marilah menjadi jembatan antar Bangsa dan budaya untuk masa depan Surabaya sebagai bagian dari masyarakat global”, kata Nanang Purwono selalu Ketua Puri Aksara Rajapatni. (PAR/nng)
