Budaya Aksara
Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Dalam rangkaian acara lomba Menulis Aksara Jawa di Bangsal Panca Walika Universitas Wijaya Kusuma Surabaya pada 25 Oktober 2026 nanti selain gelaran menulis aksara tradisional Jawa, juga akan diselingi seni Macapatan yang melantunkan serat Wulangreh Pupuh Pangkur dan Dandanggulo oleh pesInden bertalenta berdarah peranakan Tionghoa, Angelica.
Macapat

Seni Macapat ini menjadi media menampilkan bahasa dan sastra Jawa yang memang relevan dengan Bulan Bahasa dan Sastra. Jadi selain secara tulis yang melalui gelaran lomba menulis, peringatan Bulan Bahasa dan Sastra ini juga diwarnai oleh seni Macapat, yang berarti menampilkan seni budaya lisan dalam bentuk tembang atau Macapat. Selain bernada alunan bunyi, para hadirin juga dapat mendengarkan bunyi ucapan bahasa dalam bentuk karya sastra.
Tidak cukup dalam bentuk macapat, rangkaian ini juga diisi dengan seni tari Gambyong. Tari Gambyong adalah salah satu tarian tradisional klasik dari Surakarta, Jawa Tengah, yang awalnya berkembang dari tradisi tari rakyat (seperti tari tayub atau ledek) sebelum masuk dan disempurnakan di lingkungan keraton.
Dengan menampilkan karya sastra karya Sri Susuhunan Pakubuwono IV dan tarian Gambyong, (nama Gambyong diambil dari seorang penari zaman dahulu bernama Sri Gambyong (atau Mas Ajeng Gambyong) yang sangat mahir dan populer karena keluwesan serta keindahannya, maka sajian seni Jawa dalam acara ini menjadi lebih lengkap.
Gambyong

Awalnya tarian Gambyonh ini merupakan bagian dari ritual pertanian untuk memohon kesuburan padi dan rasa syukur kepada Dewi Sri. Seiring waktu, tarian ini diangkat menjadi kesenian istana untuk menyambut tamu kehormatan dan acara pernikahan.

Dalam rangkaian acara lomba menulis aksara Jawa ini, tentunya Macapatan dan Tari gambyong adalah persembahan untuk menyambut seluruh peserta lomba dan para undangan yang rencananya datang dari berbagai negara yang memiliki kantor perwakilan di Surabaya.
Macapatan akan dipersembahan oleh pesinden peranakan Tionghoa Angelica. Sedangkan tari gambyong dipersembahkan oleh Satya, yang sekaligus salah satu dari peserta lomba menulis aksara Jawa. (PAR/nng)
