Hari RRI: Radio Republik Indonesia (RRI) Jatim Variatif Siarannya dan Dinamis Pola Teknisnya.

Budaya

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Pada tahun 1970-an, pernah datang dan mengisi siaran di studio RRI Surabaya bersama rekan rekan TK Panti Putra Surabaya. Acaranya bernyanyi bersama, yang kala itu disiarkan langsung dan di rumah didengarkan oleh orang tua.

Waktu berubah cepat. Pada tahun 2026, setiap bulan pada hari kamis ketiga juga datang dan mengisi siaran budaya di RRI Pro 4. Kali ini berdiskusi tentang kebudayaan lewat udara. Tahun ini pada 11 September 2026, Radio Republik Indonesia (RRI) berusia 81 tahun yang terhitung mulai 1945 (1945-2026).

Selamat Hari Radio Republik Indonesia. Foto: par

RRI dalam perkembangan zaman mengikuti perubahan perubahan yang terjadi, baik secara teknis maupun isi acaranya. Radio Republik Indonesia (RRI) memang terus bertransformasi seiring dengan perkembangan zaman. Sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP), RRI berhasil menjaga relevansinya dengan melakukan perubahan besar, baik dari sisi infrastruktur teknis (multiplatform) maupun keragaman isi acara guna menjangkau lintas generasi.

Misalnya dalam hal Transformasi Infrastruktur dan Multiplatform

RRI Digital: Meluncurkan aplikasi super (super apps) yang mengintegrasikan seluruh stasiun siaran RRI di Indonesia, portal berita, dan layanan streaming dalam satu wadah.

Media Sosial dan Visual: Tidak lagi hanya mengandalkan audio terestrial, RRI kini hadir dalam bentuk visual radio melalui kanal YouTube resmi dan potongan konten kreatif di TikTok serta Instagram.

Podcasting: Memanfaatkan platform pemutar musik digital (seperti Spotify) untuk mendistribusikan ulang program-program unggulan agar bisa dinikmati kapan saja (on-demand).

Juga mengenai Keragaman Isi Acara (Lintas Generasi):

Segmentasi Stasiun: Mempertahankan identitas stasiun khusus seperti Pro 1 (pusat informasi dan pelayanan publik), Pro 2 (musik, gaya hidup, dan kreativitas anak muda), Pro 3 (news channel 24 jam), dan Pro 4 (pelestarian budaya dan tradisi).

Konten Kekinian: Menyajikan program yang relevan bagi Gen Z dan Milenial, seperti pembahasan isu lingkungan, kewirausahaan muda, mental health, hingga teknologi.

Inklusi Budaya: Tetap konsisten merawat kebudayaan lokal di berbagai daerah melalui siaran berbahasa daerah, sehingga menjadi jembatan emosional bagi generasi senior maupun muda yang ingin mengenal budayanya.

Di era kekinian di usia yang sudah dewasa ini (bukan TK), saya atas nama komunitas budaya mengisi RRI Pro 4 yang berisi program Budaya.

Segmentasi Pro 1, Pro 2, Pro 3 dan Pro 4 itu untuk menjaga relevansi dengan segmen pendengarnya. Dulu ketika masih di bangku TK pada tahun 1970-an, belum mengenal Pro 1, Pro 2, Pro 3 dan Pro 4, kecuali ada gelombang AM dan FM secara umum.

Pada tahun 1970-an, peta siaran radio di Indonesia memang jauh berbeda dengan apa yang kita kenal sekarang. Saat itu, Radio Republik Indonesia (RRI) belum menggunakan sistem penamaan kanal Pro 1 hingga Pro 4 seperti saat ini. Masyarakat lebih akrab dengan sebutan RRI Studio Jakarta, RRI Regional, yang dipancarkan melalui gelombang AM (Amplitude Modulation) dan gelombang pendek SW (Short Wave).

Selamat Anniversary untuk RRI. Foto: par

saat ini siaran radio tidak hanya menggunakan gelombang udara konvensional, tetapi juga bisa dinikmati melalui streaming di internet.

Pendengar dapat mendengarkan siaran radio secara langsung (live streaming) melalui ponsel pintar, komputer, atau aplikasi khusus.

Lembaga penyiaran seperti Radio Republik Indonesia menyediakan platform digital seperti RRI Digital agar siaran lebih mudah dijangkau.

Meskipun banyak beralih ke jalur broadband (internet), radio tetap mempertahankan kedekatan lokal (proximity) dan informasi lalu lintas yang aktual. Apalagi RRI seperti RRI Jawa Timur bersifat inklusif dan kolaboratif dengan komunitas sehingga ada wadah untuk turut mengembangkan potensi komunitas. Misalnya Pro 2 yang menjadi wadah musik, gaya hidup, dan kreativitas anak muda serta ro 3 (news channel Pro 4 yang mewadahi pelestarian budaya dan tradisi lokal.

Selamat Hari Radio Republik Indonesia (RRI)! (PAR/nng)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *