Budaya, Aksara
Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Penyelenggaraan Lomba Menulis Aksara Jawa dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra serta Sumpah Pemuda 2026 pada Minggu (25/10/26l lalu juga diantaranya dihadiri oleh Laksamana Muda (purn) Untung Surapati (atau yang lebih akrab disebut Ki Ageng Sura.

Ki Ageng Sura, dari pengalaman mengarungi samudra Raya ketika masih berdinas di korp Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) banyak makan garam terkait Wawasan Nusantara yang diperkuat lagi dengan kecintaan dan perhatiannya terhadap kebesaran Majapahit yang terkenal dengan armada Maritimnya.
Berangkat dari Kecintaan terhadap nilai sejarah Majapahit dan pengabdiannya sebagai prajurit dari Matra Angkatan Laut yang terakhir berpangkat Laksamana Muda (Laksda) telah membentuk kepribadiannya dalam bela negara termasuk konsep konsepnya.

Menghadiri undangan Lomba Menulis Aksara Jawa baginya bukan sekedar melihat sebuah ajang lomba menulis secara fisik, namun secara ideologis dan filosofis adalah upaya membangun kesadaran dan kecintaan terhadap budaya bangsa bagi pesertanya maupun hadirin lainnya.
Berikut adalah beberapa kunci dari pengamatannya ketika mengikuti urutan acara (rundown). Baginya “clue clue” ini dapat memperkaya pesan untuk publik maupun penentu kebijakan. Yaitu:
• Bahwa aksara aksara Jawa adalah fondasi sekaligus cermin dari budaya sebuah bangsa. Sifat/ karakter bangsa bisa dilihat dari “native alphabet”nya.
• Bahwa kehebatan leluhur Nusantara/ kejayaan Sriwijaya/ Majapahit tidak terlepas dari budaya “sifat/ karakter” yang secara alamiah dibentuk/ dipengaruhi oleh “native alphabet”, aksara Jawa, terutama aksara Jawa kuno (Kawi).
• Pemilihan Surabaya/ UWKS sebagai “venue” untuk perhelatan acara yang agung dan sakral tersebut sangat tepat. Karena sejarah lahirnya kota Surabaya/ UWKS tidak mungkin bisa dilepas dari sejarah dan/ atau spirit keagungan Majapahit.
Itulah pandangan Laksamana Muda TNI (Purn) Untung Suropati terhadap pelaksanaan kegiatan Lomba Menulis Aksara Jawa yang dikaitkan dengan nilai Sejarah, Kebangsaan dan Budaya Nusantara. (PAR/nng).
