Kegotongroyongan Nusantara Tercermin di Surabaya.

Budaya

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Gotong Royong, itulah yang tampak pada rencana perhelatan Lomba Menulis Aksara Jawa dalam rangka peringatan Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda 2026. Pihak pihak terlibat sadar betul apa yang mereka topang demi penguatan identitas bangsa di era modern ini.

Bagi yang mampu, mereka menyumbangkan dana, Ada pula yang menyumbangkan konsumsi. Ada pula yang menyiapkan kertas khusus untuk menulis aksara Jawa.

Gotong royong adalah budaya kita.. Foto: ist

Sejumlah media berkontribusi memberitakan acara. Juga ada yang siap dengan dokumentasi foto dan video. Termasuk menyiapkan trofi dan cinderamata. Tak ketinggalan menyiapkan venue acara.

Kegotongroyongan Nusantara ini terwujud dalam event Lomba Menulis Aksara Jawa dalam rangka peringatan Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda. Ini semua wujud kolaborasi pentahelix yang melibatkan media, akademisi, dunia usaha, dan komunitas untuk merawat budaya.

Waktu Pelaksanaan: 25 Oktober 2026, pukul 09.00 – 12.00 WIB.

Lokasi: Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS).

Materi Lomba: Menyalin teks beraksara Jawa dari sumber asli Serat Wulangreh (Pupuh Pangkur atau Dandanggula karya Sri Susuhunan Pakubuwono IV tahun 1788).

Agenda Pendukung: Sumpah/Ikrar Budaya, sarasehan “Aksara Jawa Goes Digital”, serta dihadiri perwakilan negara sahabat di Surabaya.

Makna Sejarah: Menghubungkan estafet nilai dari Sumpah Palapa (1336), Sumpah Pemuda (1928), hingga Sumpah Budaya (2026).

Kegotongroyongan sendiri adalah nilai yang terwujud dalam kolaborasi ini. Terima kasih kepada pihak pihak yang berkenan berkontribusi demi suksesnya acara nanti. (PAR/nng)

Dukungan berbagai pihak. Foto: par

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *