Kang Sinare ing Bataputih (Yang Dimakamkan di Bataputih)

Budaya

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Dalam perjalanan peradaban manusia, diantara sekian jejak, adalah kuburan yang masih bisa awet (bertahan) dan bisa dijadikan rujukan bukti sejarah.

Peneliti Belanda datangi Bataputih. Mana dari pengampu Surabaya? Foto: nng
Makam tua berinakripsi aksara Jawa di Bataputih. Foto: nng

Di Surabaya, makam makam tua bisa menjadi rujukan penelusuran. Di antara makam makam itu adalah komplek pemakaman Ampel yang tertulis dalam manuskrip Kuburan Ngampel Śūrapringga. Selain itu ada juga komplek pemakaman para Bupati Surabaya di Sentono Agung Botoputih, Pegirian Surabaya.

Tertulis Kuburan Bataputih. Foto: Aryo Bayat

Pesarean Botoputih ini tertulis “Kuburan Bataputih” sebagaimana tertulis pada manuskrip “Kang Sinare ing Kuburan Bataputih”(Yang Dimakamkan di Kuburan Bataputih). Manuskrip ini menambah daftar manuskrip yang bercerita tentang Surabaya.

Seperti halnya “Manuskrip Kuburan Ngampel Śūrapringga”, Manuskrip Kuburan Bataputih ini juga memperinci keberadaan para ahli kubur disana. Adapun manuskrip ini adalah benda yang dikoleksi pemilik akun FB Aryo Bayat.

 

Manuskrip Kuburan Bataputih.

Catatan kuno tentang kuburan Bataputih di Śūrapringga. Sumber: Aryo Bayat

 

Transliterasi

KANG SINARE ING KUBURAN BATAPUTIH

1. Jaka Brondong, Juluk Ki Lanang dhangiran, Putrane Menak Kedhawung, Juluk Pangeran Tawangalun, Kang Jumeneng Ing Blambangan,Sareng Blambangan Risak Dipun Bedhah Kangjeng  Sultan Mentaram, Ki Lanangdhangiran Tapa Ambyur Ing Seganten Belambangan, Antawis Lamine Tigang Tahun, Wonten Telenging Seganten Lajeng Ngeli Mentas ing Pasisir Tanjung Tanjung Pangkah Seda lajeng, Kasrah Dhateng Ki Bimacili, Ing Ngriku Kapendhet Mantu Pindhah, Pinanggihaken Dherek Kang Nem, Lami Lami Ki Lanangdhangiran Dhadhekah Ing Ngalas Bataputih, Gadhah Putra 7, Kang 2 Jaler, 1. Nami Lananggelangsing, Juluk Ki Honggajaya, 2. Nami Lembu Milihur, Juluk Ki Honggawongsa, Kang 5 Sami Estri Boten Kacriyos Ngriki.

2. Seh Akbar.

3. Ki Tumenggung Honggawongsa Jangrana, Bupati Surapringga.

4. Ki Tumenggung Honggajaya, Bupati Pasuruwan.

KANG SINARE ING KUBURAN TAPASAN

1. Seh Abu Harerah, Embane Kangjeng Sinuhun Makdum Ing Ngampel.

 

Terjemahan Bahasa Indonesia

Terjemahan ini oleh Syaroni As-Samfury.

“Yang Dimakamkan di Kuburan Bataputih”

1. Jaka Brondong, bergelar Ki Lanangdhangiran, putra Menak Kedhawung, yang bergelar Pangeran Tawangalun, yang pernah menjadi penguasa di Blambangan. Ketika Blambangan mengalami kerusakan dan ditaklukkan oleh Kanjeng Sultan Mataram, Ki Lanangdhangiran melakukan tapa dengan menceburkan diri ke laut di Blambangan. Selama kurang lebih 3 tahun, ia berada di tengah laut. Kemudian ia terbawa arus dan akhirnya sampai di pesisir Tanjung Pangkah.

Setelah itu ia wafat dan diserahkan kepada Ki Bimacili. Di tempat tersebut ia kemudian diambil sebagai menantu dan berpindah tempat tinggal. Ia kemudian bertemu dengan Kang Nem. Setelah cukup lama, Ki Lanangdhangiran kemudian menetap dan bertapa di hutan Botoputih.

Ki Lanangdhangiran mempunyai 7 orang anak, terdiri atas 2 laki-laki dan 5 perempuan. 2 putranya adalah: 1. Lananggelangsing, bergelar Ki Honggajaya.2. Lembu Milihur, bergelar Ki Honggawongsa. Adapun 5 putrinya tidak diceritakan lebih lanjut dalam tulisan ini.

2. Syekh Akbar.

3. Ki Tumenggung Honggawongsa Jangrana, Bupati Surapringga.

4. Ki Tumenggung Honggajaya, Bupati Pasuruwan.

Yang Dimakamkan di Kuburan Tapasan:

1. Syekh Abu Huraerah, menantu Kanjeng Sinuhun Makdum di Ampel.

 

Asal Tulisan

Dari kedua lembar tulisan beraksara Jawa terlihat ada hologram bergambar bintang di tengah halaman. Keberadaannya sempat memunculkan pertanyaan itu kertas apa dan ditulis pada tahun berapa.

Penulis juga sudah bertanya kepada yang bersangkutan (Aryo Bayat). Hingga artikel ini ditulis, penulis masih belum mendapat jawaban. Jawabannya akan menjadi updating artikel ini karena ada pertanyaan susulan terkait dengan keberadaan tulisan itu, yaitu tulisan itu asal dari mana.

Untuk sementara isi tulisan beraksara Jawa ini bisa menjadi petunjuk awal untuk melakukan penelusuran lapangan (faktual tracking). (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *