Manfaat Belajar Aksara Leluhur

 Budaya

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Mengusung tema “Menelusuri Jejak Jejak Peradaban Majapahit”, agenda Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 digelar di Malang. Ada dua variabel: Menelusuri dan Jejak Majapahit.

Menelusuri adalah proses aktif melacak, menggali, merekonstruksi sejarah, serta membuka ruang dialog inklusif mengenai akar tradisi, aksara, bahasa, dan pengetahuan leluhur Nusantara.

Jejak Majapahit (dan Peradaban Kuno Lainnya) adalah pengenalan dan penguatan kembali nilai-nilai kejayaan peradaban masa lalu, termasuk rangkaian sejarah dari era Medang, Tumapel, Singasari, Kediri, Jenggala, hingga Wilwatikta Majapahit, sebagai fondasi karakter bangsa.

Salah satu jejak itu adalah Aksara yang memang sudah menjadi agenda pembahasan. Satu rumpun dengan Aksara adalah Bahasa dan Literasi Lisan.

Mungkin kita tidak lagi menggunakan Bahasa dan aktivitas lisan ala Majapahit (maklum sudah beda zaman), tetapi ingatan kolektif itu tidak boleh punah. Cukup dikenang melalui kegiatan aktif dalam kelompok kelompok untuk menjaga ingatan kolektif itu. Misalnya ada kelompok kelompok Macapatan atau belajar membaca dan menulis aksara daerah baik Jawa Kuna atau Jawa Baru dan aksara daerah lainnya.

Ini pentingnya sebuah kongres kebudayaan agar bisa memberi rekomendasi terkait dengan pelestarian budaya, terkhusus sesuai dengan tema adalah budaya Majapahit sehingga budaya ini masih bisa mengisi ruang ruang dan waktu di era modern.

Aksara daerah (Jawa Kuna dan Baru) adalah cerminan budaya leluhur, yang berakar dari aksara Pallawa asal India. Keduanya mengalami evolusi bentuk, fungsi, dan nilai filosofis yang mendalam, serta mencerminkan identitas peradaban Nusantara.

Melalui pemahaman dan keterampilan aksara (membaca dan menulis) kita akan mampu membaca prasasti kuna atau manuskrip kuna sebagai peninggalan dan bukti masa lalu. Dari aksara inilah kita bisa mengetahui bahasa leluhur.

Memahami Masa Lalu Lewat Aksara. Pemahaman aksara kuno memungkinkan kita membaca prasasti dan manuskrip lama untuk mengungkap bahasa, sejarah, dan peradaban leluhur Nusantara secara langsung dari sumber otentiknya.

 

Manfaat Mempelajari Aksara Leluhur

Mengenal aksara leluhur. Foto: ist

• Membaca prasasti: Mengungkap Piagam atau maklumat raja masa lalu yang dipahat pada batu atau logam.

• Meneliti manuskrip: Menelaah naskah kuno beraksara tradisional yang ditulis di atas daun lontar, daluang, atau kertas.

• Mengenal bahasa leluhur: Memahami kosakata dan struktur bahasa yang digunakan oleh masyarakat pada masa lampau.

• Menjaga warisan budaya: Melestarikan identitas bangsa melalui pengetahuan sejarah yang berbasis data tertulis.

Itulah mengapa mempelajari Aksara Daerah itu penting untuk menjaga identitas budaya, memahami sejarah leluhur, dan mencegah kepunahan warisan Nusantara di tengah arus globalisasi. (PAR/nng).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *