Budaya, Aksara
Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Secara faktual dan resmi masing masing Objek Budaya Aksara dan Bahasa memiliki Kongres secara terpisah (berbeda). Terakhir Kongres Aksara Jawa dilaksanakan pada tahun 2021. Sedangkan Kongres Bahasa Jawa pada 2023.

Melalui Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 diharapkan bisa mempertegas perbedaan itu supaya masing masing memiliki arah yang jelas dalam upaya pemajuannya. Perbedaan bukan berarti tidak bisa saling bertemu. Aksara dan Bahasa adalah obyek berbeda tapi saling terkait.

Tujuan rekomendasi secara legitimate terkait perbedaan aksara dan bahasa adalah untuk meluruskan kekeliruan pandangan bahwa aksara hanyalah bagian atau sub-elemen dari bahasa, serta menegaskan bahwa aksara dan bahasa memiliki ranah serta forum/kajiannya masing-masing yang tidak patut dicampuradukkan.
Mengapa Pembedahan Ini Penting?
Kejelasan Kebijakan Publik: Mencegah kerancuan regulasi di tingkat daerah (seperti perumusan perda) di mana aksara sering keliru dileburkan atau disetarakan sepenuhnya sebagai unsur kebahasaan semata.
Fokus Pelestarian yang Tepat: Memungkinkan arah pembinaan yang spesifik; bahasa berkaitan dengan kaidah kata, ejaan, dan fungsi komunikasi, sementara aksara menyangkut sistem lambang bunyi, tata tulis, hingga standardisasi digital.
Penghargaan atas Keberagaman: Menunjukkan kedalaman pola pikir Nusantara yang memandang warisan tradisi tulis dan lisan memiliki porsi kehormatan serta strateginya masing-masing.
Dapat diprediksi bahwa peserta Kongres Kebudayaan Nusantara ini dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi yang bergelar doktor dan profesor, budayawan, praktisi, komunitas, media dan masyarakat umum yang melek budaya. Tentulah mereka bisa menakar bobot masing masing Objek Aksara, dan Bahasa sebagai kekayaan dan kecerdasan bangsa.
Mengapa pula Aksara dan Bahasa perlu dimajukan melalui jalur yang jelas dan tegas secara legitimate.?

Mengapa Hari aksara Internasional tidak disatukan di bawah Hari Bahasa Internasional?

Mengapa Kongres Aksara Jawa (KAJ) tidak disatukan di bawah Kongres Bahasa Jawa (KBJ)?
Karena Aksara dan Bahasa adalah berbeda tapi saling terkait. (PAR/nng)
