Belajar Aksara Jawa Di Antara Gempuran Modernisasi Surabaya.

Budaya, Aksara

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Teguh dan tegar dalam berliterasi aksara tradisional di tengah gempuran modernisasi urban Surabaya. Rumah Bahasa Surabaya (RBS) menjadi naungan fisik dalam aktivasi tradisi itu.

Mereka tidak terusik oleh hingar bingar lingkungan Balai Pemuda, yang ramai acara Halal Food Fair Vol. 3. Acara Halal Food Fair Vol. 3 adalah pameran kuliner halal nusantara, yang diselenggarakan pada tanggal 1-2 Agustus 2026 di plaza Balai Pemuda Surabaya.

Ita Surojoyo tekun dan penuh semangat mengajarkan Aksara Jawa. Foto: nng

Selain ada stand stand makanan, juga ada panggung hiburan. Namun pegiat aksara Jawa ini tetap fokus pada materi belajar yang diasuh oleh Ita Surojoyo dari Puri Aksara Rajaptni, sebuah komunitas budaya yang juga konsisten menyuarakan sosialisasi literasi Aksara Daerah (Jawa) dan Bahasa Daerah.

Konsistensi sosialisasi itu tidak hanya berskala lokal dan nasional, tetapi juga lintas negara sesuai kemampuan dan jaringan yang dimilikinya. Diantaranya adalah melalui penerbitan bersama dan komunikasi intensif dengan mitra mancanegara.

Adalah kebanggaan tersendiri bisa berbagi identitas bangsa kepada bangsa lain. Apalagi masih ada orang orang dari bangsa sendiri yang mau belajar aksara tradisional ini.

Semangat pelestarian aksara adalah utama. Foto: nng

Jumlah peserta tidak jadi masalah. Semangat adalah utama. Baik semangat dari Puri Aksara Rajaptni maupun semangat dari para pembelajar aksara Tradisional itu.

Rumah Bahasa Surabaya, yang berlokasi di Komplek Balai Pemuda Surabaya ini, dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya. Ruang ini tidak sekedar pajangan slogan, tetapi ruang aktif dan interaktif demi perlindungan aksara daerah (Jawa) yang kelak bisa menjadi wadah pembinaan Bahasa Daerah dan Bahasa Jawa Subdialek Surabaya (Surabayaan). Rumah Bahasa Surabaya adalah wadah perlindungan identitas bangsa terkait dengan kebahasaan.

Belajar aksara Jawa dengan menulis dan membaca. Foto: nng

Belajar Aksara Daerah (Jawa) sungguh butuh konsistensi dan rasa karena belajar aksara ini melibatkan pengalaman membaca dan menulis aktif. Belajar aksara Jawa memang butuh ketekunan dan pembiasaan agar tangan serta mata (Kemata) kita terbiasa dengan bentuk hurufnya.

Dari pengamatan empiris kegiatan Sinau Aksara Jawa (SAJ) oleh Puri Aksara Rajaptni, disimpulkan adanya langkah langkah dasar.

Yaitu diharapkan bisa menguasai 20 huruf dasar dari ha-na-ca-ra-ka sampai ma-ga-ba-tha-nga. serta Sandhangan (seperti wulu, suku, pepet, layar, dan cecak) dan Pasangan (yang berfungsi mematikan atau menyambung suku kata). Penguasaan itu akan semakin cepat bila diiringi dengan praktik menulis secara empiris.

Itulah pengalaman dalam proses belajar aksara Jawa dalam Sinau Aksara Jawa (SAJ) yang dikelola oleh Puri Aksara Rajaptni. Selama ini pembelajaran aksara Jawa ini masih berupa inisiatif dari komunitas yang didukung Dinas terkait. Diharapkan bisa lahir Perda yang bisa mengatur Aksara dan Bahasa serta Sastra. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *