Dubes India, Shri Sandeep Chakravorty, Sapa Jurnalis Surabaya Dalam Persiapan Kunjungan PM India, Narendra Modi.

Budaya, Bilateral

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Press Address Rencana Kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia berlangsung secara hybrid dan di Surabaya diikuti di Babatan Pratama, Wiyung Surabaya pada Jumat siang (3/7/26).

Dubes India Shri Sandeep Chakravorty memberikan briefing kepada jurnalis secara hybrid tentang kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi dari Jakarta. Foto: konhorindia

Press Address ini disampaikan langsung oleh Duta Besar India untuk Indonesia Shri Sandeep Chakravorty dari Kedutaan Besar India di Jakarta dan diikuti oleh sejumlah jurnalis dari Jawa Tengah dan Surabaya.

Konsul Kehormatan India untuk Jatim Manoj Bhat (kiri) memandu jalannya press address di Surabaya. Foto: nng

Di Surabaya jalannya daring ini dipandu langsung oleh Konsul Kehormatan India untuk Jatim Manoj Bhat. Duta Besar India Shri Sandeep Chakravorty dalam penyampaiannya mengkonfirmasi akan kedatangan Perdana Menteri India Narendra Modi sebagai kunjungan balasan resmi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke India tahun lalu.

Dubes Shri Sandeep Chakravorty dalam press address. Foto: nng

Dijelaskan Sandeep Chakravorty bahwa kunjungan balasan ini sebagai wujud nyata penguatan hubungan bilateral Indonesia dan India. Ini adalah hubungan strategis di bidang pertahanan, ekonomi, perdagangan, hubungan antar warga, dan budaya.

 

Agenda Kunjungan

Menurut Duta Besar Sandeep Chakravorty kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ini tidak lama, hanya dua malam 7 dan 8 Juli dan dijadwalkan akan mengunjungi Jakarta dan Yogyakarta.

Kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia. Foto; konhorindia

Pada tanggal 7 Juli dijadwalkan ada ada pertemuan dua pemimpin negara di Istana Negara dan di sore hari Perdana Menteri akan menyapa warga India di Indonesia.

Sementara pada keesokan pagi (8/7/26), Perdana Menteri dijadwalkan menuju Yogyakarta. Selama di Yogyakarta, Perdana Menteri diagendakan akan mengunjungi dan melihat Proyek restorasi Candi Prambanan, yang menjadi objek proyek kerjasama India dan Indonesia.

 

Interaktif

Layar interaktif. Foto: nng

Selanjutnya Dubes Sandeep Chakravorty membuka pertanyaan untuk jurnalis di Surabaya. Pada kesempatan ini, sejumlah jurnalis di Surabaya menanyakan keterkaitan perkembangan hubungan ekonomi Indonesia-India. Termasuk upaya penguatan hubungan Media Indonesia dan India. Tak ketinggalan hubungan Kebudayaan kedua negara yang disampaikan oleh Jurnalis Rajapatni.com, Nanang Purwono.

Nanang menyampaikan bahwa selama ini hubungan Kebudayaan kedua negara berjalan baik. Salah satu wujudnya adalah kerjasama dalam proyek renovasi candi Prambanan yang sedang berjalan saat ini.

Candi Prambanan. Foto: ist

Selain menyangkut obyek tangible seperti Candi Prambanan, jurnalis Rajapatni.com, Nanang Purwono juga menyampaikan gagasan tentang upaya bersama Pemajuan obyek intangible heritage seperti aksara dan bahasa.

Nanang berharap bahwa kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia ini bisa lebih memperkuat hubungan kerjasama budaya yang selama ini sudah berjalan.

 

Pelatihan Bahasa Sansekerta

Secara terpisah disampaikan oleh Konsul Kehormatan India untuk Jatim Manoj Bhat bahwa di akhir Juli akan datang guru bahasa Sansekerta sebagai wujud nyata penguatan hubungan Kebudayaan kedua negara.

Bahasa Sansekerta bukanlah bahasa yang asing bagi Indonesia karena banyak kosa kata Sansekerta yang dipakai. Misalnya semboyan bangsa Indonesia “Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hanna Dharma Mangrwa” adalah bahasa Sansekerta.

 

Cinderamata Dari Surabaya

Penyerahan buku ŚŪRABHAYA kepada Konsul Kehormatan India Manoj Bhat untuk PM India Narendra Modi dan Dubes India Shri Sandeep Chakravorty. Foto: par

Usai Press Address, Puri Aksara Rajaptni menyerahkan dua buku berjudul ŚŪRABHAYA kepada Konsul Kehormatan India, Manoj Bhat, agar selanjutnya diserahkan kepada Perdana Menteri India Narendra Modi dan Duta Besar India Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty di Jakarta.

Konsul Kehormatan India Manoj Bhat memegang replika prasasti Canggu didampingi tim Puri Aksara Rajapatni. Foto: par

Buku berjudul “ŚŪRABHAYA, Berani Menghadapi Bahaya” ini ditulis dengan pemahaman bahasa Sansekerta, dimana pemaknaan bahasa Sansekerta ini relevan dengan Prasasti Canggu, yang juga sebagai sumber buku Śūrabhaya.

Hadir sebagai perwakilan Tim Puri Aksara Rajaptni adalah Nanang Purwono, Novita, Christanto Wibisono dan Gianto. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *