Budaya
Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Jalan dalam upaya memajukan nilai budaya (aksara) dan kejuangan tidaklah mudah. Banyak kerikil tajam dan jurang yang dalam serta lebar, yang penuh dengan semak belukar berduri.
Pastilah berdarah jika menerobosnya. Belantaranya terlalu lebat dan luas untuk berteriak agar didengar seseorang dan minta tolong. Manusia terlalu kecil dalam belantara kehidupan ini. Tapi waktu terus berjalan dan pantang berhenti jika belum sampai pada tujuan.

Itulah perjuangan dalam memaknai esensi hari jadi kota Surabaya. Surabaya adalah berani menghadapi tantangan. Tidak sekedar gebyar ramai warna warni yang kurang mencerminkan kearifan lokal.
Kearifan lokal itu lembut, dalam dan esensial yang memang tidak mudah dalam pelestariannya bagai gajah di pelupuk mata tak tampak, kuman di seberang lautan tampak. Artinya kebenaran seseorang yang jelas ada tidak dibicarakan, namun kesalahan atau kekurangan yang sangat kecil dipersoalkan.
Dalam kaitan dengan pelestarian nilai nilai luhur, kiasan tersebut di atas menggambarkan bagaimana kita sering kali abai terhadap nilai-nilai luhur dan kearifan lokal di sekitar kita, namun sangat peka terhadap budaya atau hal-hal baru dari luar.
Ini tentunya menjadi hambatan dan aral rintangan. Namun kembali lagi ke esensi makna Śūrabhaya dalam memperingati hari jadi kota Surabaya. Yaitu berani menghadapi bahaya atau tantangan, maka dari itu terus saja melaju demi kebenaran dan kebaikan. (PAR/nng)
