Berani Berkarya Orisinal Adalah Esensi Sumbangsih Pada Peringatan Hari Jadi Kota Surabaya.

Budaya

Rajapatni.com: SURABAYA – Kreativitas adalah wujud nyata dari keberanian untuk keluar dari zona nyaman, berani mengambil risiko dan menghadapi segala tantangan serta tentu saja bisa tampil beda.

Kreativitas juga sangat dibutuhkan untuk memecahkan masalah dengan cara baru, beradaptasi dengan perubahan yang cepat, dan menghasilkan inovasi.

Karya kreatif dan inovatif sesungguhnya adalah wujud keberanian karena keduanya menuntut seseorang berani mendobrak rutinitas, dan siap menghadapi risiko kegagalan maupun penolakan. Satu hal penting adalah melahirkan sesuatu yang orisinal dan berani berbeda dari arus utama dan mengambil langkah menuju hal yang belum pasti.

Karya orisinal sangat penting karena menjadi bukti nyata dari pemikiran independen, mencegah plagiarisme, dan memberikan perlindungan hukum melalui hak cipta.

Memperkenalkan aksara tradisional seperti Aksara Jawa di era modern seperti di Surabaya juga membutuhkan strategi kreatif yang membumi agar tak lekang oleh zaman. Diantaranya harus meleburkannya ke dalam aktivitas sehari-hari: integrasi ke platform digital, desain visual kekinian, dan kolaborasi dengan kreator konten lokal dan berbagai pihak.

Wujud dari kontribusi Rajapatni pada penulisan. Signage di Surabaya. Foto: ist

Hal ini ditunjukkan dan dilakukan oleh komunitas budaya aksara Jawa Surabaya, Puri Aksara Rajapatni, melalui berbagai kegiatan orisinal. Diantaranya adalah membuka pelatihan Sinau Aksara Jawa, penulisan buku menggunakan aksara Jawa, berkolaborasi dengan jaringan dalam dan luar negeri, charity narasi aksara Jawa, dan membuat media online berbasis aksara Jawa. Aksi aksi itu adalah produk orisinal yang belum ada sebelumnya di Surabaya. Bahkan Puri Aksara Rajapatni memposisikan sebagai trend setter dalam upaya pemajuan kebudayaan (aksara Jawa) di Surabaya.

Dari penulisan dan penerbitan buku saja sudah ada sejumlah judul buku. Yaitu:

1. Surabaya Berani Beraksara Nusantara (2023)

2. Titi Tikus Ambeg Welas Asih (2023)

3. Bung Bebek en Dewi Melati (2025)

4. Sketsa Kota Lama Surabaya (2026)

5. Surabaya: Footprints of Heroic Heritage (segera 2026)

6. Reportase Jejak Perjalanan Bung Tomo di Mawar 10-12 Surabaya (segera 2026)

7. Aksara & Oeang Noesantara (segera 2026).

Lainnya adalah membangun jaringan global untuk pelestarian heritage di Surabaya. Diantaranya dengan Stichting Anak Mas (Belanda), Netwerk Internationale Neerlandistiek Asia (NINA) dan International Council of Museum (ICOM).

Upaya upaya itu berujung sementara pada peringatan Hari Jadi Kota Surabaya ke-733 di tahun 2026. Upaya itu akan berkelanjutan sesudahnya. Upaya ini adalah wujud esensi peringatan Hari Jadi Kota Surabaya, yang menyimpan makna Berani sebagai wujud nama aslinya kota yang berasal dari kata Śūrabhaya (Berani Menghadapi Bahaya/tantangan). (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *