Kelapa & Kota di Tiongkok

Budaya

Rajapatni.com: SURABAYA – Negara maju seperti Tiongkok, yang isinya kota kota smart, yang salah satunya adalah Guangzhou, tidak berarti bebas dari yang bersifat tradisional. Tradisi tetap dijaga di Tiongkok. Keduanya (tradisi dan modernisasi) dijaga untuk saling adaptasi sehingga bisa dinikmati oleh zaman.

Guangzhou, sebagai salah satu pelopor smart city terkemuka di Tiongkok, menunjukkan bahwa kemajuan teknologi dan pelestarian budaya tradisional bisa berjalan beriringan.

Meskipun dikenal dengan Canton Tower dan infrastruktur digital 5G, Guangzhou berhasil mempertahankan pasar tradisional dan arsitektur Lingnan sebagai bagian dari identitas budaya dan daya tarik wisata yang ekonomis.

Jualan kelapa muda di pinggir jalan. Foto: IS

Trend Guo Chao (tren nasional) mendorong produk tradisional Tiongkok, seperti kuliner tradisional, dikemas ulang (adaptif package) dengan desain modern dan dipasarkan menggunakan teknologi digital.

Kelapa segar di pinggir jalan. Foto: IS

Sampai dengan orang orang, yang berjualan buah kelapa muda (degan). Para penjual buah kelapa itu tampak berjualan di area trotoar. Tidak dilarang tapi mereka bisa menyesuaikan dengan lingkungan dan trend. Lapaknya rapi. Tidak mengganggu jalan. Buahnya pun tertata rapi dan penyajiannya bersih serta layak dibeli oleh siapapun. Setiap buah kelapa sudah dikupas sebelum buka dagangan sehingga tidak ada penumpukan kupasan kulit kelapa.

Coconut egg di sebuah lapak. Foto: ist

Buah kelapa disajikan dengan berbagai varian. Ada yang original (natural) dan ada pula yang olahan. Jadi, buah kelapa menjadi menu kuliner dengan kemasan “5G”. Ada pula buah kelapa yang disebut “coconut egg”, yang sudah siap kupasan (tinggal daging kelapa bulat) dengan air yang masih ada di dalam. Buah kelapa kupasan bersih itu siap dimakan dalam wadah mangkuk plastik.

Bersih alami. Foto: ist

Semua itu tidak lepas dari kesadaran masyarakatnya dalam menawarkan buah kelapa ke publik. Juga kesadaran masyarakat dalam menempati lingkungan dimana mereka membuka lapaknya. Ada yang natural dan ada pula yang ala lapak kuliner. Apapun bentuk mereka, layak dihampiri pengunjung.

Sajian segar alami. Foto: IS

Kelapa muda natural, yang menyegarkan terlihat lebih alami. Bentuk buah kelapanya, yang hijau, memang terlihat di depan mata di atas lapak penjual menjadikan perpaduan modern (kotanya) dan tradisional (kelapanya). Perpaduan seperti inilah yang dijaga di kota kota smart (smart city) di Tiongkok. Smart City adalah gaya muda kota kota yang usianya sudah tua.

Konsep smart city di Tiongkok saat ini tidak hanya tentang membangun kota baru yang futuristik, tetapi lebih pada urban rejuvenation (peremajaan kota) yang mengintegrasikan teknologi canggih ke dalam struktur kota tua yang sudah berusia ratusan atau bahkan ribuan tahun. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *