Budaya
Rajapatni.com: SURABAYA – Nama Ana Maria van Valen di tanah air mulai dikenal khususnya karena jasanya dalam membantu mencari dan mempertemukan anak anak adopsi dari Indonesia yang dibawa ke Belanda. Upaya kemanusiaan ini melalui yayasan Stichting Mijn Roots. Disana ia aktif membantu ribuan anak adopsi Indonesia untuk menemukan akar keluarga mereka kembali.

Ana Maria sendiri juga merupakan anak adopsi yang sejak usia 2,5 tahun dibawa ke Belanda oleh keluarga/pasangan Jan dan Gerda van Valen. Sejak itu ia hidup dan bersekolah di Belanda. Ia pun harus tumbuh dan berkomunikasi dalam bahasa Belanda.
Selama 10 tahun terakhir, ia tinggal dan hidup kembali di Surabaya. Ana Maria lahir di Bogor pada 13 April 1976. Sebagai anak adopsi, ia bersyukur bisa bertemu dengan keluarga Indonesia di Bogor pada pada tahun 1994.
Karena tumbuh besar di lingkungan keluarga Belanda di negeri Kincir Angin, Ana Maria berbahasa Belanda jauh lebih lancar daripada berbahasa Indonesia. Tapi selama 10 tahun tinggal dan hidup di Surabaya, ia sudah mulai terbiasa berbahasa Indonesia.

Karena kesibukannya yang menjadi perantara dan jembatan bagi kedua negara: Belanda dan Indonesia melalui yayasan Stichting Mijn Roots, komunikasinya bilingual (Belanda – Indonesia). Apalagi Ana bekerja sebagai perwakilan Netwerk Internationale Neerlandistiek in Asie (NINA) di Surabaya dan sekaligus perwakilan Erasmus Training Centre Surabaya. Keduanya adalah lembaga pelatihan Bahasa Belanda.

Surabaya adalah kota yang cocok baginya karena kota ini memiliki latar belakang sejarah dan budaya yang terkait Belanda, utamanya bahasa Belanda. Surabaya adalah pusat administrasi pemerintahan Hindia Belanda dan masih memiliki jejak jejak itu. Kehadiran Ana secara pribadi melalui yayasan Stichting Mijn Roots dan lembaga pelatihan Bahasa Belanda NINA dan Erasmus Training Centre Surabaya adalah jembatan kemanusiaan bagi kedua bangsa.
Pada 13 April 2026 mendatang, Ana akan genap berusia 50 tahun, sebuah angka emas. Angka 50 tahun memang sering disebut sebagai usia emas atau setengah abad, yang melambangkan kematangan, kebijaksanaan, dan pencapaian puncak.

Kematangan inilah yang diharapkan akan membawa dan memberi manfaat positif kepada Surabaya melalui aktivitasnya di bawah Stichting Mijn Roots dan Netwerk Internationale Neerlandistiek in Asie serta Erasmus Training Centre Surabaya.

Ana Maria van Valen juga berfokus pada pelurusan sejarah dan keadilan bagi anak-anak adopsi yang terdampak praktik adopsi ilegal antara tahun 1973-1984. Van harte gefeliciteerd met je 50e verjaardag! (PAR/nng)
