Sejarah Budaya
Rajapatni.com: SURABAYA – Kota Lama Surabaya adalah kawasan wisata sejarah, yang menampilkan arsitektur kolonial dari abad ke-20 hingga ke belakang abad ke-18, yang wilayahnya mencakup Zona Eropa, Pecinan, Arab, dan Melayu. Kawasan ini bermakna sebagai saksi bisu pusat perdagangan masa lalu dan perjuangan kota pahlawan, yang kini direvitalisasi menjadi destinasi edukasi, budaya, dan spot foto estetis yang diminati.
Dalam kaitannya dengan apresiasi makna dan sketsa Kota Lama Surabaya, karena kawasan ini diangkat dalam rona sketsa yang mewarnai sebuah buku dengan judul Serial “Sketsa Kota Lama Surabaya”.
Apresiasi Makna Historis dan Budaya.

Pusat Kolonial & Perdagangan. Wilayah di sekitar Jalan Rajawali ini dulunya merupakan pusat aktivitas ekonomi dan administratif Belanda, dengan bangunan bangunan serta kantor dagang yang masih kokoh berdiri hingga sekarang.
Tempat ini juga menjadi saksi latar belakang terjadinya julukan Kota Pahlawan Surabaya. Di tempat ini menjadi lokasi pemicu pertempuran 10 November 1945, mengukuhkan maknanya sebagai simbol perjuangan bangsa..Yaitu terbunuhnya AWS Mallaby pada 30 Oktober 1945.
Keberagaman Multikultural. Bahwa di kawasan Kota Lama Surabaya ini terbagi atas empat zona etnis. Yaitu Eropa (kolonial), Pecinan (Tionghoa), Arab (Kampung Ampel), dan Melayu, yang mencerminkan akulturasi budaya yang kuat.

Kini semua itu menjadi Ruang Edukatif dan Kreatif. Taman Sejarah Surabaya dan revitalisasi kawasan menjadikannya tempat belajar sejarah, yang menyenangkan bagi generasi muda.
Apresiasi Sketsa dan Arsitektur

Sketsa kawasan Kota Lama Surabaya dicirikan oleh garis-garis bangunan klasik yang artistik, misalnya:
Fasad Kolonial: Bangunan tinggi dengan jendela besar, pilar-pilar kokoh, dan atap gaya Eropa.
Lorong Waktu: Penataan ulang kawasan menciptakan suasana vintage (tempo dulu) yang autentik, cocok untuk fotografi maupun sketching langsung di lokasi.
Spot Ikonik: Gedung Internatio, gedung Cerutu, Gedung Singa dan Jembatan Merah menjadi pusat perhatian utama yang sering diabadikan.
Kota Lama Surabaya bukan sekadar bangunan tua, melainkan museum hidup yang menghubungkan memori masa lalu dengan pengalaman modern. (PAR/nng)
