Titian Kata Menjelajah Kota.

Budaya, Literasi

Rajapatni.com: SURABAYA – Kota Lama itu saksi bisu, yang diam namun bercerita tentang kejayaan dan keruntuhan yang pernah singgah.

Warga bumi putera pernah bermukim disana, lalu “sirna” seiring dengan datangnya bangsa Eropa di abad 17. Bangsa Eropa pun sempat berjaya dan membentuk entitas bernama “Soerabaia”. Namun warga Eropa pada akhirnya juga tiada sebagai bukti bahwa peradaban bisa muncul dan hilang silih berganti.

Papan Titian melintas sungai. Foto:ist

Kata kata bisa jadi Titian dalam mengungkap peradaban itu. Titian Kata Menjelajah Kota. Ini bisa jadi ungkapan yang menggambarkan perpaduan antara literasi, penelusuran sejarah, dan eksplorasi urban.

Rangkaian huruf/aksara itu membentuk kata, frasa, kalimat, alenia, paragraf, bab dan akhirnya buku, yang menyajikan cerita kota. Cerita kota itu adalah kisah Kota Lama Surabaya, yang terangkai dalam rencana buku Sketsa Kota Lama Surabaya.

Rangkaian kata itu menjadi Titian dalam membedah kisah Surabaya. Selanjutnya Titian kata itu menjadi “Jejak langkah kota, yang berakar pada masa lalu, tumbuh di masa kini, dan bercabang ke masa depan”, “Mengupas sosial budaya dan arsitektur kota bagai membedah memori kolektif penghuninya” serta “Mengupas di balik modernisasi kota, dimana ada kampung halaman yang merintih minta diingat”.

Maka jadilah Titian Kata itu sebagai jembatan untuk menggapai memori kolektif. (PAR/nng).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *