Lomba Menulis Aksara Jawa di Surabaya Libatkan Partisipasi Jaringan Lokal, Regional, Nasional dan Internasional.

Budaya

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Sejak Senin (12/10/26) pendaftaran Lomba Menulis Indah Aksara Jawa ditutup. Jumlah peserta sudah memenuhi kuota 150 yang ditambah jumlah undangan 50 orang, maka genaplah 200 orang. Mereka akan mengikuti atraksi dan aksi budaya, yaitu gerakan menulis aksara tradisional Jawa. Untuk ukuran Surabaya sebagai tempat penyelenggaraan, jumlah ini terhitung luar biasa. Apalagi telah memenuhi kuota sebelum rencana penutupan pada 20 Oktober.

Fakta kuantitas ini menunjukkan kualitas akan perhatian terhadap pelestarian aksara Jawa. Ini mencerminkan bagaimana data statistik, digitalisasi, dan volume penggunaan riil menjadi indikator utama keberhasilan pelestarian budaya di era modern.

Dalam konteks pelestarian aksara daerah, jumlah (kuantitas) peserta lomba menulis aksara Jawa yang dihasilkan secara langsung seharusnya menggambarkan keseriusan (kualitas) komitmen para pemangku kepentingan.

Sejauh ini ada tiga lomba menulis aksara jawa yang diselenggarakan oleh Puri Aksara Rajapatni yang berkolaborasi dengan mitra. Dua diselenggarakan di Masjid Kemayoran Surabaya (tahun 2025 dan 2026) dan dalam rangka peringatan Bulan Bahasa Dan Sastra serta Sumpah Palapa 2026.

Jumlahnya setiap lomba melebihi kuota. Bahkan pada lomba dalam peringatan Bulan Bahasa ini, pendaftaran ditutup sebelum penutupan tanggal resminya (20/10/26).

Total hadirin dalam lomba ini 200 orang, yang terdiri dari SMA/SMK, mahasiswa, guru, umum dna pegiat budaya serta undangan. Pelaksanaan lomba menulis aksara Jawa di Surabaya ini tergolong langka dan apalagi lomba ini diselenggarakan oleh kolaborasi pegiat budaya Surabaya dan Gresik yang selanjutnya mampu menarik perhatian berbagai pihak di tingkat lokal, regional dan nasional serta global.

Tentunya fakta ini seharusnya menjadi perhatian pemangku setempat akan upaya pemajuan kebudayaan. Apalagi lomba ini mendapat perhatian dari masyarakat global. Diantaranya adalah oleh NINA, Netwerk Internationale Neerlandistiek in Azië (atau Network for International Dutch Studies in Asia) yang berkantor pusat di Belgia dan kantor Konsul Kehormatan India di Jawa Timur serta dosen bahasa Sansekerta dari India, Prof. Kaushalya.

Aksara Jawa menglobal dari Surabaya. Foto: courtesy of rekayorek

Ketertarikan pemerintah India melalui kantor perwakilan di Surabaya dan individu Prof. Kaushalya adalah karena latar belakang historis, budaya dan sosial pada masa lalu. Ini adalah upaya nyata aktivasi hubungan kerjasama budaya Indonesia – India, pasca kunjungan resmi PM India Narendra Modi ke Indonesia beberapa waktu lalu.

Pemerintah lokal setempat adalah pemerintah Kota Surabaya, yang secara nyata sudah memperkenalkan penulisan aksara tradisional Jawa di kantor kantor pemerintah kota Surabaya.

Penulisan aksara Jawa di kantor kantor pemerintah kota Surabaya tidaklah cukup dalam upaya pemajuan objek kebudayaan, harus ada gerakan aktif yang secara pedagogik untuk memajukan objek aksara Jawa.

Lomba Menulis Aksara Jawa di Surabaya ini sudah dikomunikasikan dan sekaligus informasi ke Kementerian Pendidikan Republik Indonesia di Jakarta. (PAR/nng).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *