Budaya Aksara
Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Dalam sebuah lomba, tentu ada pemenangnya. Jumlah pemenang tentunya jauh lebih sedikit daripada jumlah peserta.
Dalam Lomba Menulis Aksara Jawa di Masjid Kemayoran Surabaya 2026 ini, jumlah peserta 125 dan jumlah pemenang berdasarkan penilaian ada 6 orang. Satu kategori SD-SMP ada juara 1, 2 dan 3. Sedangkan Kategori SMA/SMK ada juara 1, 2 dan 3.

Tapi berdasarkan nilai Amaliah, semua 125 peserta adalah pemenang karena mengikuti lomba ini tidak sekedar menulis aksara Jawa. Tetapi ada amalan turut memakmurkan masjid dan melestarikan budaya serta menjaga sejarah.
Semua 125 peserta tentunya adalah pemenang karena esensi dari kompetisi (lomba menulis aksara Jawa) ini jauh melampaui trophy atau penghargaan materi.

Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi menulis aksara Jawa, melainkan sebuah gerakan nyata yang membawa tiga amalan besar.
Memakmurkan masjid: Menjadikan ruang ibadah sebagai pusat syiar budaya dan ilmu pengetahuan.
Melestarikan budaya: Menjaga marwah aksara Jawa agar tetap hidup di generasi masa kini.
Menjaga sejarah: Merawat warisan leluhur dan identitas bangsa agar tidak hilang ditelan zaman.
Karenanya, lomba ini tidak sekedar lomba, tetapi sebuah gerakan nyata dalam upaya bersama memakmurkan masjid, melestarikan budaya dan menjaga sejarah di tengah tengah modernisasi zaman. (PAR/nng)
