Sejarah
Rajapatni.com: SURABAYA – Sungai/kanal Jagir disebut sebut sebagai jalur hengkangnya serdadu Tartar dari tanah Jawa pada 1293. Sementara berdasarkan peta Surabaya pada 1719, sungai Jagir belum ada.

Berdasarkan sumber tentang Pengendalian Banjir Pada Sungai Brantas bahwa Sungai Jagir adalah Sudetan Wonokromo yang dibangun pada 1865 dan diikuti dengan pembangunan Dam Jagir atau Jagir Sluice pada 1875.
Sekarang mengamati anatomi aliran sungai ini, berdasarkan citra satelit, tampak bagaimana struktur sungai.

Dari Dam Wonokromo, sungai mengalir lurus ke Timur sampai Wonorejo. Dari titik itu, semakin ke Timur, ke hilir, bentuk badan sungai berkelok kelok.

Menyimak ciri ciri sungai baik yang berupa buatan manusia (man made) dan alami (naturally Made), maka ciri ciri itu adalah sebagai berikut.
Ciri sungai alami adalah meliputi aliran air dinamis, yang mengalir dari hulu ke hilir, lembah yang bervariasi dan meander di bagian tengah dan hilir, proses erosi dan sedimentasi yang terus-menerus, serta adanya tanggul alam dan delta sungai di bagian hilir sebagai hasil pengendapan sedimen.

Di bagian hilir, aliran sungai sangat tenang, banyak terjadi pengendapan, serta terdapat bentuk berkelok-kelok yang ekstrim disebut meander.
Sementara ciri utama sungai buatan manusia (man made) adalah bentuk dan strukturnya yang teratur dan kaku (seperti saluran lurus atau terstruktur), terdapat di area yang membutuhkan pengelolaan air seperti irigasi atau pengairan, dan kemungkinan adanya pipa atau saluran bawah tanah seperti pada sistem air buatan manusia skala besar.
Di kawasan Jagir Wonokromo, pada masa lalu adalah daerah industri serta perkebunan, utamanya tebu. Selain pernah ada pabrik minyak, pabrik gula juga pernah ada kawasan persawahan yang luas. Keberadaan infrastruktur itu tentu membutuhkan air, yang normalnya diambil dari sungai terdekat.
Diduga bahwa ujung Timur kanal atau sungai buatan ini berada di Wonorejo. Selanjutnya proses alami terjadi setelah pembangunan dam dan kanal di tahun 1870-an. Air yang mengalir dengan tekanan arus dari hulu membawa sedimentasi, maka terbentuklah formasi sungai secara alami. Karenanya ke sebelah Timur Wonorejo hingga ke muara, formasi sungai berkelok kelok dan masih adanya endapan sungai.
“Oh site gah laut itu dangkal” kata operator perahu motor yang membawa rombongan mahasiswa Jerman (28/8/25).
Mengamati formasi badan sungai yang dulu dinamakan Kali Londo (sekarang Sungai Jagir), terdapat dua bentuk: Lurus (buatan) dan Berkelok kelok (alami).
Alam berbicara Fakta bahwa sungai/kanal Jagir adalah Buatan. Selebihnya adalah alami. (PAR/nng)