Giat Literasi Tradisional Jawa Sambut Raperda Pemajuan Kebudayaan Surabaya.

Aksara

Rajapatni.com: SURABAYA – Aksara Jawa terhitung masih langka di Surabaya. Tapi Surabaya melalui penyelenggaraan Lomba Menulis (Menyalin) Indah Teks Aksara Jawa oleh Ta’mir Masjid Kemayoran dan Puri Aksara Rajapatni adalah langkah berani dan sebuah terobosan. Surabaya adalah kota modern tapi bisa menghadirkan literasi tradisional.

Ikuti dan menangkan sambil belajar. Foto: par

“Lho di Surabaya ada lomba menulis aksara Jawa?”, kesan salah seorang guru sebuah SMKN di Surabaya.

Teks, yang disalin ini bukan sembarang teks beraksara Jawa biasa, tetapi teks ini memiliki kandungan sejarah dan peradaban masyarakat Surabaya. Isi teks ini belum banyak diketahui oleh masyarakat Surabaya.

Apresiasi mengangkat teks prasasti ini belum datang dari internal Surabaya. Masih terlalu minim. Justru apresiasi datang dari eksternal, misalnya dari Belanda. Jangan kaget dan malu jika di era modern ini bakal ada penulis Belanda, yang akan menerbitkan buku, yang ditulis dalam aksara Jawa beserta bahasa Belanda, Inggris dan Indonesia.

“I think it’s fantastic! It creates awareness about aksara jawa in the current times and that’s what is needed to keep the javanese culture alive. I think learning about aksara jawa should be implemented on all schools in the island of Java” (Menurut saya, ini fantastis! Hal ini meningkatkan kesadaran tentang aksara jawa di masa kini, dan itulah yang dibutuhkan untuk menjaga budaya Jawa tetap hidup. Saya pikir pembelajaran tentang aksara jawa perlu diterapkan di semua sekolah di pulau Jawa), kata Michiel Eduard, warga Belanda.

Warga Belanda saja masih memiliki pemikiran melestarikan budaya Jawa. Sementara bagaimana dengan warga Indonesia, khususnya Etnis Jawa yang memiliki dan bersentuhan dengan budaya itu.

Trophy menunggu. Foto: par

Sebetulnya kegiatan yang dilakukan oleh penggiat budaya Surabaya dan pemerhati mancanegara adalah dalam upaya bersama menjaga warisan budaya Nusantara. Sungguh ironis bila budaya Nusantara ini malah menjadi perhatian warga mancanegara.

 

Lomba Alih Aksara

Belum lama juga sudah diadakan lomba Alih Aksara dan Terjemahan Naskah Kuno, yang diselenggarakan oleh komunitas Melek Aksara Jawa dan babad.id. Materinya adalah alih aksara dan terjemahan naskah kuno beraksara Jawa, yang sumbernya diambil dari serat Katurangganing Kuda.

Kegiatan itu diadakan pada 8-19 agustus 2025 dalam rangka melestarikan aksara Jawa dan menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke 80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Muhammad Zahfran Prasetya, salah satu peserta dari SMKN 15 Surabaya, berharap bahwa kegiatan semacam ini bisa lebih sering diadakan.

“Kegiatan semacam ini sangat diperlukan untuk melestarikan naskah kuno sastra Jawa, dan saya berharap semoga dengan ini akan lebih banyak lagi generasi muda yang mau melestarikan budaya Jawa dan dapat memiliki wadah untuk mengekspresikan kecintaan terhadap kebudayaan Jawa”, kata Zafran, yang keluar sebagai Juara 1.

Karenanya seiring dengan sudah adanya Kementerian Kebudayaan RI, maka harus sudah disadari oleh siapa saja dalam wadah NKRI akan pentingnya menjaga warisan budaya Nusantara.

Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, warga negara harus turut menjaga warisan budaya Nusantara. Mereka adalah Pemerintah Pusat dan Daerah, serta seluruh masyarakat Indonesia, termasuk individu, komunitas, pelaku seni, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya. Negara berperan sebagai fasilitator dan regulator, sementara masyarakat bertindak sebagai pemilik dan penggerak utama kebudayaan, sehingga partisipasi aktif mereka sangat dibutuhkan dalam pemajuan kebudayaan Nasional.

Giat pemajuan kebudayaan harus sudah dimulai. Surabaya sudah mulai memunculkan Raperda Pemajuan Kebudayaan, Kejuangan dan Kepahlawanan Surabaya dengan harapan bisa menjadi payung hukum dan mendorong tumbuhnya aktivitas kebudayaan di kota Pahlawan ini.

Lomba menulis indah Jawa adalah upaya salah satu bentuk implementasi Pemajuan kebudayaan di Kota Surabaya. Semoga kegiatan semacam ini menjadi perhatian berbagai pihak sekarang dan mendatang. (PAR/nng)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *