Budaya, sejarah
Rajapatni com: SURABAYA – Satu bulan lagi, di bulan Juni, dikenal sebagai Bulan Soekarno karena Presiden Pertama Soekarno lahir dan wafat di bulan Juni. Lahir pada 6 Juni 1901 dan wafat pada 20 Juni 1970.
Soekarno lahir di Surabaya dan sekolah setingkat SMA di Surabaya, tepatnya di Hogere Burger School (HBS) di jalan Regentstraat (kini jalan Kebon Rojo.

Di alamat itu Kebon Rojo 10 pernah berdiri rumah bupati Surabaya, yang dibangun pada 1840 an, dan sempat difungsikan sebagai sekolahan BHS. Arsitekturnya Indische dengan pilar pilar di keempat sisi yang berfungsi sebagai serambi muka. Bangunan ini istimewa karena sebagai rumah bupati dengan empat serambi muka.

Bangunan ini setelah ditinggal bupati pindah ke kediaman baru di kawasan Tegalsari, kemudian ditempati sekolahan HBS dimana Soekarno bersekolah di usia belia di tahun 1916. Setelah Soekarno lulus HBS di tahun 1920 An, gedung ini dibongkar. Tepatnya pada 1928 untuk dibangun gedung baru sebagai Kantor Pos. Sementara sekolah HBS pundak ke gedung baru di Ketabang (sekarang SMA Kompleks).

Jadi praktis Soekarno tidak pernah sekolah di gedung baru yang secara fisik dipakai sebagai kantor Pos Besar Surabaya, yang dibangun pada 1928. Sementara Sukarno lulus dari HBS pada 1921.

Ketika sebuah resto baru menempati gedung eks Kantor Pos Besar dan mengatakan dalam promonya “Sekolah Presiden RI kini Jual Nasi Campur !?” memberi kesan merendahkan nama sekolah. Ini menunjukkan si pembuat konten tidak paham sejarah perjalanan sekolah HBS.

Kuatirnya pesan itu memberikan informasi bahwa Soekarno, Presiden Pertama, bersekolah di gedung itu. Apalagi dalam sebuah karya nten lainnya si host nya mencari ruangan kelas Soekarno.

Pesan pesan informasi, yang disampaikan pembuat konten itu, menunjukkan bahwa si pembuat konten belum tau sejarah perjalanan sekolah HBS. Gedung BHS pernah berdiri di lahan itu. Tapi Soekarno bersekolah bukan di gedung Kantor Pos yang dibangun pada 1928. Soekarno sekolah di HBS Kebon Rojo 1916-1921. (PAR/nng)
