Peserta Melebihi Target 100, Lomba Menulis Indah Aksara Jawa Siap Dimulai.

Aksara

Rajapatni.com: SURABAYA – Pelestarian manuskrip dan prasasti adalah upaya pemajuan Object Pemajuan Kebudayaan (OPK) sebagaimana tercantum dalam UU 5 / 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Menurut komunitas pegiat aksara Jawa Puri Aksara Rajapatni bahwa pelestarian itu tidak hanya pada menjaga dan melindungi bendanya (fisik), tetapi memahami isi dan memberlanjutkan pesan pesan yang menjadi wujud pemikiran dan gagasan leluhur bangsa Indonesia.

Memahami isi/pesan manuskrip adalah bagian integral dari pelestarian manuskrip itu sendiri karena pelestarian manuskrip tidak hanya meliputi aspek fisik, tetapi juga kandungan informasinya yang berharga untuk kebudayaan dan pengetahuan manusia.

Cuplikan aksara Jawa yang menjadi soal menyalin. Foto: par

Dengan memahami isinya melalui penelitian seperti transliterasi, nilai dan pesan yang terkandung dalam manuskrip dapat disebarluaskan, diaktualisasikan, dan digunakan untuk kepentingan masyarakat, sehingga manuskrip tidak hanya dilestarikan secara fisik tetapi juga maknanya.

Puri Aksara Rajapatni bersama Takmir Masjid Kemayoran Surabaya menyelenggarakan lomba menulis indah aksara Jawa, yang isinya diambil dari sumber Prasasti Masjid Kemayoran. Ini adalah upaya perlindungan isi prasasti melalui pemahaman anak anak muda dan siswa siswi SD, SMP dan SMA/SMK se- Surabaya.

Trophy pemenang sudah menunggu. Foto: par

Dengan begitu generasi muda dan penerus Surabaya mengenal dan mengerti isi prasasti, yang secara resmi menandai pembangunan masjid pada 1848 M. Diharapkan melalui lomba ini, peserta tidak hanya mengenal tulisan aksara Jawa Hanacaraka, tetapi juga sekaligus mengenal dan memahami isi prasasti.

Karenanya dalam lembar kertas soal menyalin disertai transliterasi dan translasi. Transliterasi adalah proses penyalinan atau alih aksara suatu teks dari satu sistem penulisan ke sistem penulisan lain, dengan tujuan untuk mempertahankan pelafalan bahasa asli sebisa mungkin, bukan makna katanya.

Sementara translasi adalah penerjemahan untuk membantu seseorang memahami isi suatu konteks bacaan ke dalam bahasa yang dikenalnya.

Demikian dari prasasti yang aslinya ditulis dalam aksara Jawa, lalu di Transliterasi bunyi bahasanya dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Prasasti Masjid Kemayoran adalah prasasti/piagam penting yang memuat sejarah Surabaya. Karenanya belajar sejarah melalui kegiatan yang menyenangkan, belajar menjadi lebih mudah.

Lomba ini digelar pada hari Minggu (31/8/25), dan peserta telah melampaui target maksimal. Target adalah 100 peserta, namun jumlah pendaftar telah melampaui. Bahkan panitia harus menutup pendaftaran.

“Kepada peminat lomba menulis indah aksara Jawa, kami atas nama panitia mohon maaf karena terpaksa menutup pendaftaran karena memang jumlah peserta dibatasi hingga 100 peserta yang terdiri dari SD, SMP dan SMA atau SMK”, jelas wakil ketua panitia, Iwan Surya, dari unsur Takmir Masjid Kemayoran.

Iwan menambahkan bahwa lomba ini adalah belajar sejarah Surabaya dengan cara menyenangkan. Waktu mengerjakan adalah 60 menit.

Peserta diharap datang jam 08.00 lalu registrasi untuk mendapatkan nomor peserta, kertas materi dan kertas kerja. Kegiatan akan dilakukan dengan lesehan (duduk di atas lantai). Oleh karena itu diharapkan peserta membawa meja tulis/gambar lipat untuk memudahkan menyalin/menulis.

“Kerjakan dengan tenang dan jangan tergesa gesa”, pesan Iwan. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *