Awas, Ada Perbaikan Gedung di Samping Gedung Cagar Budaya di jalan Basuki Rahmat Surabaya.

Cagar Budaya

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Di jantung kota Surabaya, di jalan Basuki Rahmat, posisinya menempel pada gedung cagar budaya, gedung apotik Simpang. Letaknya persis di depan pusat perbelanjaan Tunjungan Plaza, yang setiap hari ramai dikunjungi orang. Gedung ini langsung di depan ribuan pasang mata.

Jangan sampai perbaikan gedung ini menjadi hasil perbaikan bangunan yang kontras, tidak serasi dengan bangunan cagar budaya di sebelahnya.

Bangunan kantor Bank BRI di jalan Rajawali, yang modern (berkaca) sering disebut kontras alias tidak serasi dengan bangunan disekitarnya. Sehingga sering menjadi contoh sebagai sebuah hasil pembangunan di Surabaya yang gagal dalam menjaga lingkungan Cagar Budaya Kota Lama Surabaya.

Sedang terjadi perbaikan bangunan di samping bangunan cagar budaya Apotik Simpang.Foto: google map

Sekarang proses perbaikan gedung lainnya sedang terjadi di jalan Basuki Rahmat. Belum diketahui bangunan yang berdiri di persil itu akan dibongkar atau bagaimana.

Belum lama sudah terjadi bangunan cagar budaya, yang atapnya ambrol di kawasan Kupang, (Gedung Setan) yang ternyata dari hasil perbaikan atapnya diberi konstruksi metal galvalum (tidak sesuai aslinya). Bagaimana pengawasan terhadap perbaikan bangunan cagar budaya itu?

Gedung di samping bangunan cagar budaya ini sedang. diperbaiki. Foto: nawi

Hal serupa jangan sampai terjadi di jalan Basuki Rahmat, yang keberadaannya persis di depan pusat perbelanjaan megah Tunjungan plaza. Mumpung proses perbaikan gedung itu baru mulai, berdasarkan pengamatan / pemantauan oleh jurnalis media lokal Surabaya. Jangan sampai nantinya tampilannya merusak estetika kecagar budaya di jantung kota Surabaya.

Jantung kota Surabaya. Foto: nawi

Sebagai komparasi tentang penanganan bangunan di sekitar situs cagar budaya, Tolong memperhatikan fakta fakta berikut ini:

Kontras, tidak serasi, gagal menjaga lingkungan cagar budaya. Foto: shutter

1. Gedung Bank BRI di jalan Rajawali yang kini dikenal sebagai Kota Lama Surabaya. Hasil perbaikannya kontras dan tidak serasi dengan lingkungannya.

Atas gedung asal dengan atap genteng Vs bawah dengan atap galvalum. Foto: kompilasi

2. Gedung Setan yang atapnya diganti konstruksi galvalum.

Ayo diawasi perbaikan gedung ini. Foto: nawi

3. Gedung di samping gedung cagar budaya Apotik Simpang di jantung kota Surabaya. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *