Budaya, Aksara
Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Lomba Menulis Aksara Jawa segera datang. Bagi mereka yang sudah terdaftar dan masuk WAG, bisa mulai belajar menulis (menyalin) di rumah masing masing. Contoh dua cuplikan serat (Wulangreh Pupuh Dandanggula dan Pangkur) sudah dibagikan. Berdasarkan kedua contoh tersebut, para calon peserta bisa belajar menulis.
Berikut adalah tutorial manual cara penulisan di atas kertas bergaris. Dalam lomba garis garis dibuat sendiri dan jarak garis agar disesuaikan dengan luasan kertas dengan ukuran A4. Juga perhatikan komposisi tulisan agar serasi.
Perhatikan Tutorial berikut:

Menulis aksara Jawa pada kertas bergaris dilakukan dengan posisi huruf menggantung di bawah garis, bukan berada di atas atau tepat menempel di atas garis.
Panduan Menulis di Kertas Bergaris

Posisi Menggantung: Bagian atas badan aksara menyentuh atau berada tepat di bawah garis buku, sehingga seolah-olah hurufnya menggantung pada garis tersebut.
• Makna Filosofis: Posisi menggantung ini menyimbolkan bahwa kehidupan manusia di dunia selalu bergantung kepada Sang Pencipta atau Tuhan Yang Maha Kuasa.
• Tanpa Spasi: Penulisan aksara Jawa antar-kata tidak menggunakan spasi seperti aksara Latin, melainkan ditulis menyambung dalam satu baris.

• Sandhangan dan Pasangan: Letak sandhangan (seperti wulu, suku, pepet) disesuaikan di atas atau di bawah aksara dasar, sementara pasangan ditulis untuk mematikan atau melebur vokal suku kata di depannya.

Berikut contoh contohnya:


Selamat berlatih. (PAR/nng)
