Mensosialisasikan aksara daerah ini sebenarnya tanggung jawab siapa?

Budaya, Aksara

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Mensosialisasikan aksara daerah seperti aksara Jawa memang bukan perkara mudah, tetapi dinilai sebagai pekerjaan yang sangat mulia karena menyangkut penyelamatan identitas budaya dan sejarah bangsa.

Dikatakan tidak mudah karena adanya dominasi aksara Latin. Masyarakat saat ini jauh lebih terbiasa menggunakan aksara Latin dalam kehidupan sehari-hari.

Lagi pula, juga kurangnya paparan di ruang publik. Meski di Surabaya sudah ada signage di kantor kantor pemerintah. Tapi masih bersifat dekoratif. Penggunaan aksara Jawa di fasilitas umum atau dokumen resmi masih sangat terbatas, sehingga masyarakat jarang melihatnya.

Alasan lain adalah masih adanya keterbatasan media belajar. Belum semua sekolah atau komunitas memiliki metode pembelajaran yang interaktif, modern, dan menyenangkan bagi generasi muda. Bahkan di banyak sekolah, aksara Jawa belum diajarkan.

 

Mengapa Sangat Mulia?

Sosialisasi aksara Jawa. Foto: nng

Mensosialisasikan aksara (Jawa) berarti ikut menjaga Warisan Leluhur dari kepunahan. Aksara daerah adalah salah satu peninggalan budaya terkaya. Merawatnya berarti mencegah sebuah peradaban hilang ditelan zaman.

Ini adalah pintu masuk menuju Ilmu pengetahuan kuno. Banyak naskah kuno (babad, serat, atau filosofi hidup) yang menyimpan kearifan lokal, pengobatan, dan sejarah tertulis dalam aksara daerah. Menghidupkan aksara ini berarti ikut membantu generasi baru memahami pesan para leluhur.

Seperti misalnya mengenal prasasti Masjid Kemayoran Surabaya dalam lomba menulis aksara Jawa. Termasuk lomba menulis dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra pada Oktober 2026 mendatang.

Mensosialisasikan aksara berarti pula turut membangun karakter dan identitas bangsa. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya. Mengenal aksara daerah dapat menumbuhkan rasa bangga dan jati diri yang kuat di tengah arus globalisasi.

Yang jelas adalah ini sebuah investasi budaya jangka panjang. Orang-orang yang mensosialisasikannya adalah “jembatan waktu” yang memastikan bahwa kekayaan intelektual masa lalu tetap bisa diakses oleh generasi masa depan.

Mensosialisasikan aksara daerah ini sebenarnya tanggung jawab siapa? (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *