Aksara Membingkai Zat Ilahi dan Bendawi Dari Muka Bumi.

Budaya Sastra

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Waktu, yang terus berjalan, adalah gumpalan energi besar (bagai bola salju) yang tidak kasat mata. Namun ia mengisi ruang bagai sebuah bejana yang berdimensi (bola salju).. Termasuk mengisi ruang hati. Kekuatannya mampu menggerakkan anatomi sesuai fungsi yang berduniawi.

Waktu adalah aliran tak terlihat, yang memberi bentuk dan arah pada kehidupan manusia sehari-hari.

Waktu pun, yang akhirnya menjadi kunci dalam membuka gerbang, yang selama ini rapat terkunci. Terbukanya gerbang itu tidak terkuak dalam jarak sekian senti, namun dari ribuan kilometer antara pusaran kutub Selatan dan Utara. Waktunya pun menjelang pagi di satu sisi dan di siang bolong di sisi lainnya. Bagai sebuah simbol dimensi bentangan alam hati, yang sulit terpaut dalam kuali seperti halnya soto Boyolali.

Aksara Jawa Membingkai. Foto: par

Namun gelombang energi itu menjadi penghantar alami besaran hati untuk si jantung hati. Waktu alami memang tak pernah berhenti atau manusia akan mati. Tak satupun manusia bisa mengerti rahasia Ilahi ini Begitupun suara hati ini. Kecuali dua kutub yang berjauhan secara alami atau bagaikan konstelasi big Orion dan small Orion yang berkejaran di alam galaxy.

Semesta hanya jadi saksi pergulatan alam dan nurani manusiawi. Itu semua bagai aksara, yang membingkai zat Ilahi dan Bendawi dari muka bumi. (PAR/nng)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *