Aksara Jawa itu memiliki sifat spiritual, modern, kasunyatan dan tidak ribet.

Budaya Aksara

Rajapatni.com: ŚŪRABHAYA – Aksara Jawa sesubgguhnya membingkai keselarasan keyakinan kepada Tuhan, Gusti Sagung Dumadi dan Keduniawian (Modernitas, Kenyataan dan Kesederhanaan)

Aksara ini tidak sekedar sistem tulisan tradisional tetapi mengandung makna filosofis, yang mendalam bagaikan jiwa, jiwa orang Jawa sejati, (modern, nyata dan tidak ruwet/sederhana).

Bahkan ternyata Aksara Jawa sudah bisa beradaptasi secara modern dan masuk ke dalam standar digital di era kekinian.

 

Dalam Aksara Jawa Ada:

Aksara bukan saja menuntun bahasa tetapi juga laku dan rasa. Foto: ist

Sifat Ketuhanan

Secara filosofis dan spiritual, aksara Jawa ini menuntun manusia untuk mengenal Tuhan Yang Maha Esa.

Aksara Jawa berjumlah 20 huruf. Huruf-huruf ini dibagi menjadi empat bagian yang menggambarkan perjalanan hidup manusia:

 

Sifat modern

Aksara ini dapat dipakai dalam segala zaman, lintas generasi dan termasuk dalam sistem digital.

Aksara Jawa memang telah terintegrasi ke dalam sistem Unicode digital sehingga dapat diketik, dibagikan, dan digunakan lintas generasi danintas wilayah melalui gawai modern.

Bahkan sejak dulu aksara Jawa Ini telah mengenal aksara rekan, yang berarti aksara Jawa bisa dipakai untuk menuliskan bahasa dan bunyi bunyian asing yang sesungguhnya secara dasar tidak ada dalam aksara Jawa dasar.

Ini terbukti aksara Jawa sudah dipakai untuk menuliskan nama nama dan bahasa asing sejak lama.

 

Sifat Nyata (Kasunyatan)

Sifat Nyata (Kasunyatan) adalah kebenaran yang sesungguhnya, fakta mutlak yang tidak dapat dibantah, atau kenyataan sejati yang ada di alam semesta.

Aksara Jawa digunakan untuk menuliskan hal hal yang nyata yang bisa dibunyikan meskipun dalam bahasa bahasa asing. Karenanya Aksara Jawa bersifat Voice Based (berdasarkan bunyi): apapun bahasanya dan ditambah bahwa aksara Jawa memiliki aksara rekan.

Aksara Rekan adalah jenis aksara yang digunakan untuk menulis kata serapan dari bahasa bahasa asing seperti Arab, Inggris dan lainnya dengan lima huruf khusus yaitu kha, dza, fa/va, za, dan gha.

Aksara ini memang bisa digunakan untuk menuliskan sesuatu, yang nyata ada di lingkungan kita, yang bisa dilafalkan (dibunyikan) baik yang nyata maupun yang tidak nyata, termasuk yang masih berupa konsep dan pemikiran termasuk perasaan.

 

Sifat Sederhana (Tidak Ruwet)

Aksara Jawa dengan fleksibilitas dan adaptif bisa memudahkan untuk penulisan hal hal yang ribet. Sejauh bisa dilafalkan (dibunyikan), pasti bisa dituliskan. Ketika penulisan itu bisa disederhanakan ,kenapa harus dipersulit. Karenanya dalam penulisan aksara Jawa kita mengenal istilah Tradisional dan Simplified.

Tata Tulis Simplified (Penyederhanaan): digunakan untuk tingkat pendidikan dasar hingga menengah (SD dan SMP).

Penulisan ini menggunakan susunan aksara standar ha-na-ca-ra-ka (carakan) tanpa mewajibkan penggunaan seluruh aksara khusus yang jarang dipakai sehari-hari.

Itulah Aksara Jawa yang sesungguhnya memiliki sifat ketuhanan dan keduniawian.Aksara Jawa adalah warisan budaya yang mencerminkan nilai filosofis masyarakat Jawa yang sederhana, realistis dan modern. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *