Uang Kuno Adalah Rekaman Sejarah

Budaya

Rajapatni.com: SURABAYA – Koin kuno Nusantara merupakan media edukasi sejarah yang sangat berharga (numismatik) yang mampu menceritakan perkembangan ekonomi, politik, dan budaya di masa lampau. Sebagai benda peninggalan yang tahan lama, koin-koin ini memberikan bukti fisik langsung tentang peradaban kerajaan-kerajaan di Indonesia.

Koin-koin kuno peninggalan kerajaan di Nusantara ini bisa berperan sebagai sumber primer arkeologi dan sejarah yang sangat kuat, karena material logamnya (emas, perak, tembaga, timah) tahan lama dan dapat bertahan selama ratusan bahkan ribuan tahun.

Koin kesultanan beraksara Jawi, koleksi dr. Ali Budiono . Foto: ali

Uang koin menjadi bukti identitas penguasa dan legitimasi kekuasaan yang seringkali memuat tulisan (aksara), nama raja, atau simbol kerajaan, yang menjadi penanda legitimasi kekuasaan penguasa saat itu.

Misalnya uang dirham dari Kesultanan Samudra Pasai yang memuat nama sultan seperti Malik As-Saleh.

Juga ada koin emas Mataram Kuno (era Syailendra, 850-an M) yang memiliki aksara Devanagari.

Uang Syailendra dari abad 9 M. Foto: digidutv

Termasuk koin Majapahit yang sering menampilkan simbol “Ma” atau koin Gobog dengan gambar wayang.

Belum lagi koin kuno sebagai bukti ekonomi dan sistem perdagangan yang mana keberadaan koin menandakan berlakunya sistem ekonomi moneter, menggantikan sistem barter. Tingkat kerumitan dan bahan koin menunjukkan kemakmuran suatu kerajaan.

Setumpuk koin kuno dari era kerajaan Nusantara. Foto: ali

Yang tidak kalah pentingnya adalah koin kuno sebagai bukti terjalinnya hubungan internasional. Temuan koin asing (khususnya Cina) di situs-situs kerajaan membuktikan adanya interaksi perdagangan internasional.

Bukti itu adalah uang kepeng (koin bolong) dari Cina yang ditemukan dalam jumlah besar dan beredar luas di wilayah Majapahit.

Bagi kalangan numismatik (pengumpul dan penikmat uang kuno), uang kuno bukan sekadar benda antik yang memiliki nilai jual, melainkan sebuah dokumen sejarah fisik yang merekam perjalanan peradaban, politik, dan ekonomi suatu bangsa.

Dari uang kuno yang ada di Nusantara merekam sejarah panjang bangsa. Uang kuno bukan hanya alat tukar pada masanya, melainkan artefak sejarah yang merekam jejak perkembangan ekonomi, politik, budaya, dan teknologi di Nusantara selama berabad-abad. Studi mengenai uang kuno, yang disebut Numismatik, memungkinkan kita mempelajari sejarah panjang bangsa ini.

dr. Ali Budiono ,kolektor uang dan Sekjens MNS (Masyarakat Numismatik Surabaya Foto: disway

Menurut kolektor uang kuno Surabaya, dr Ali Budiono, yang sekaligus Sekjens MNS (Masyarakat Numismatik Surabaya) bahwa uang kuno tidak sekedar uang lama yang sekarang tidak bisa dibuat transaksi jual beli, namun menyimpan jejak dan rekam sejarah suatu bangsa yang sangat bernilai. Uang kuno adalah artefak sejarah dan budaya. Uang kuno mencerminkan perkembangan sosial dan nilai artistik, menjadikan pengumpulannya (numismatika) sebagai upaya pelestarian budaya.

Duwe kabeh aku iki”, kata Ali sambil menunjuk kan foto foto koleksinya melalui pesan WA.

Ali menambahkan bahwa uang kuno ia koleksi karena menceritakan perjalanan bangsa Indonesia yang dimulai dari era kerajaan yang mana semua kerajaan nusantara rata rata memiliki uang yang berbeda dan ini sangat menarik untuk  dikoleksi seperti uang kain Kampua, uang ayam Sulawesi, uang pitis palembang, perak kancing Mojopahit, gobog Banten dan masih  banyak lagi.

Juga sejarah masuknya tentara Tar Tar maupun Cheng He yan membawa Gobog China. Semuanya ada dalam sejarah“, kata Ali.

Pada era kolonialisme Belanda 350th pun ditandai dengan beredarnya uang Belanda seperti 2 stuiver di tahun 1600 an yang ditemukan di Indonesia. Semua itu cukup membuktikan kolonialisme belanda di Indonesia, yang dimulai dari koin VOC tahun 1700 an.

Lalu era penjajahan Jepang, era Revolusi 1945-49 pun juga ada uangnya. Yaitu  ORI dan ORIDA. Jadi uang menceritakan sejarah suatu bangsa”, tambahnya

Uang kuno itu juga mengandung kelangkaan. Semakin langka dan bagus kondisi fisiknya, semakin tinggi harga jualnya di kalangan kolektor. Beberapa uang kuno dapat dijual jauh di atas nilai nominalnya, menjadikannya barang koleksi atau investasi. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *