Budaya
Rajapatni.com: SURABAYA – “Globalize the local and Localize the Global” adalah strategi, yang menggabungkan jangkauan global dengan relevansi lokal. Begitu juga dari lokal ke global. Strategi ini melibatkan ekspor produk/budaya lokal yang unik ke panggung dunia, sambil menyesuaikan merek, produk, atau ide global agar sesuai dengan konteks budaya, ekonomi, atau bahasa lokal tertentu untuk memastikan penerimaan (relevansinya).
Kolaborasi pentahelix, yang dibangun Komunitas Aksara Jawa Puri Aksara Rajapatni dengan stakeholder utama: Bank Indonesia, Pemerintah Kota Surabaya, DPRD Kota Surabaya, Entitas asing Netwerk Internationale Neerlandistiek in Asie (NINA), Erasmus Training Centre, Musee ID beserta ICOM CECA yang berkantor pusat di Perancis, Kantor Konsul Kehormatan Kerajaan Belanda di Surabaya, Wismilak, PT. MPD, Untag Surabaya, Hotel Horison Arcadia Heritage Rajawali Surabaya, Shalimar Boutique Hotel Malang serta Tabloid Nyata, terwujud dengan gelaran bersama “Women of Light: Tracing Courage Across Time” dengan peluncuran buku “Serial Sketsa Kota Lama Surabaya” sebagai penanda peringatan Hari Warisan Budaya Dunia (World Heritage Day 2026.

Gelaran budaya dalam peringatan Hari Kartini dan Hari Warisan Budaya Dunia (World Heritage Day) 2026 ini menjadi upaya bersama dalam memperkenalkan potensi dan kekayaan lokal ke tingkat global. Sekaligus membawa pesan global oleh UNESCO/PBB ke relevansi lokal di Surabaya.
Kota Lama Surabaya tidak sekedar arsitektur living museum yang kaya keragaman arsitektur kolonial, tetapi ruang hidup yang berkelanjutan di sepanjang sejarah Surabaya, yang bisa mengingatkan kita pada ruang klasik (sebelum kedatangan bangsa Eropa di abad 17), yang ternyata dinamika sosial budaya itu masih ada dan nyata di Kota Lama Surabaya. Sebagai refleksinya, dinamika sosial budaya itu terbingkai dalam seni sketsa, yang menjadi ilustrasi buku Sketsa Kota Lama Surabaya. Ada 55 sketsa.
Pun demikian dengan pemikiran, gagasan Raden Ajeng Kartini dalam bentuk semangat emansipasi perempuan adalah warisan budaya tak benda (intangible), yang perlu dikenang dan dimajukan dalam pembangunan bangsa. Warisan budaya ini perlu juga dikumandangkan secara global.
Melalui gelaran budaya “Women of Light: Tracing Courage Across Time” dan peluncuran buku “Serial Sketsa Kota Lama Surabaya”, kita memboyong citra, potensi dan kekayaan yang bersifat lokal/nasional ke panggung global.
The Locals go Global” (Lokal Mendunia) menekankan pemberdayaan potensi, budaya, dan merek asli daerah untuk menembus pasar internasional, tanpa kehilangan identitas lokal. (PAR/nng)
