Idul Fitri Jadikan Surabaya Bersih.

Sejarah, Tradisi

Rajapatni.com: SURABAYA – Sabtu (21/3/26) Surabaya bersih dari polusi (udara dan suara) kendaraan. Ini adalah hari raya yang resmi dikeluarkan kementerian agama RI. Hari Raya Idul Fitri 2026/1447 H, situasi lalu lintas di Surabaya memang cenderung landai, lengang, dan bersih dari kepadatan kendaraan, terutama di pusat kota, karena banyak warga yang melakukan mudik lebaran.

Pantau jalan di kawasan kota lama Surabaya. Foto: nng

Dalam pantauan Rajapatni.com pada Sabtu siang, jalanan di jantung kota seperti jalan Gubernur Suryo, Embong Malang, Blauran, Jalan Bubutan, jalan Pahlawan dan jalan jalan di kawasan kota lama Surabaya, semuanya menunjukkan kelengangan. Pemandangan indah dengan nuansa kolonial terasa ramah di mata dan telinga. Jalan jalan pun jadi nyaman dan aman.

Jalan Rajawali yang biasanya sibuk oleh kendaraan dapat dipandang sejauh mata memandang. Jembatan Merah pun terlihat dari ujung Barat jalan Rajawali. Pun demikian jalan Veteran dan jalan Jembatan Merah bagai lorong zaman. Semua tampak lengang dan kosong.

Jalan Jembatan Merah bagai terowongan zaman. Foto: nng

Idul Fitri menjadikan jalanan menjadi bersih dan seolah “suci”. Menyeberang jalan pun tanpa bantuan sirene. Langsung saja menyeberang, namun tetap hati hati. Tengok kiri kanan.

Benar benar bisa menikmati suasana. Benar jika lagu “Jembatan Merah” berlirikkan “berpagar gedung raya”. Pagar yang berarti gedung gedung dengan arsitektur kolonial tampak jelas bagai bingkai jalan. Berjalan menyusuri trotoar kota lama Surabaya sangat nyata berpagar mutiara peradaban.

Dari balik jendela. Foto: nng

Suasana seperti ini yang justru jarang dinikmati dan diminati oleh kebanyakan orang karena justru di moment seperti ini mereka keluar kota. Mereka kehilangan kesempatan di rumah sendiri yang malah diminati para wisatawan. Surabaya seolah kembali ke masa silam.

Sejenak ke masa lalu. Foto: nng

Saya menjadi seorang tourist at heart. Sayangnya warung warung pinggir jalan tutup, akhirnya berhenti di convenience store di jalan pahlawan yang dulunya kantor Maskapai Pelayaran. Di sini pun masih sepi. Jadi sambil makan potato chips, jemari tangan menoreh cerita yang berjudul “Idul Fitri Jadikan Surabaya Bersih”.

Suasana kota akan kembali berubah dan normal kembali pada keesokan dan back to normal pada Senin (23/3/26). Saya pun menerawang kesunyian kota bagai lukisan Johannes Rach. (PAR/nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *